%A NIM. 10411049 AWAL AQSHA NUGROHO %O Pembimbing : Dr. Karwadi, M.Ag. %T PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENGEMBANGAN SIFAT INKLUSIF DI SMA NEGERI 1 WONOGIRI %X Awal Aqsha Nugroho. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pengembangan Sifat Inklusif di SMA Negeri 1 Wonogiri. Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2013. Latar belakang penelitian ini berawal dari munculnya masalah terkait konflik yang berawal dari perbedaan. Peran guru Pendidikan Agama Islam sangat sentral dalam pembelajaran yang inklusif. Walaupun di SMA Negeri 1 Wonogiri mayoritas siswa telah bersifat inklusif, namun masih terdapat beberapa siswa yang bersifat ekslusif dan intoleran. SMA Negeri 1 Wonogiri merupakan sekolah yang menjadi kiblat praktik pendidikan bagi seluruh sekolah di kabupaten Wonogiri, dengan ini SMA Negeri 1 Wonogiri menjadi percontohan bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan sifat inklusif siswa. Yang menjadi permasalahan adalah mengapa siswa cenderung bersifat ekslusif, bagaimana peran guru PAI dalam pengembangan sifat inklusif siswa, dan apa faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam pengembangan sifat inklusif di SMA Negeri 1 Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif, dengan mengambil latar SMA Negeri 1 Wonogiri. Subyek penelitian ini adalah guru PAI, kepala sekolah, guru BK dan siswa SMA Negeri 1 Wonogiri sedangkan obyek penelitiannya adalah Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pengembangan Sifat Inklusif di SMA Negeri 1 Wonogiri. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis dan psikologis. Metode berfikir dalam analisis data penelitian bersifat induktif dengan menghimpun dan menggabungkan kata-kata khusus menjadi kesatuan informasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penyebab kecenderungan siswa bersifat ekslusif akibat dari pemberian paham agama oleh keluarga yang radikal tanpa dibarengi nilai-nilai inklusifitas dan toleransi. (2) Peran guru PAI dalam pengembangan sifat inklusif terbagi menjadi dua peranan, yang pertama peran dalam kegiatan pembelajaran PAI, menggunakan strategi Learning Starts With a Question, pendekatan kontruksivisme, dan rekonstruksi dalam mengembangkan sifat inklusif siswa. Yang kedua peran dalam kegiatan non pembelajaran, dengan pemberian nasihat, suri teladan, contoh pergaulan, kajian jum’at (ceramah) dan sebagai konselor. (3) Faktor penghambat dalam pengembangan sifat inklusif siswa SMA Negeri 1 Wonogiri yaitu faktor internal, sulitnya siswa untuk menerima kritik dan saran, dan faktor eksternal, lingkungan yang acuh terhadap masalah yang dihadapi siswa. Faktor pendukung dalam pengembangan sifat inklusif yaitu adanya kerjasama dengan warga sekolah termasuk para guru dalam mengembangkan sifat inklusif, dukungan dari kepala sekolah, dan sifat anak yang dewasa. %K Kata kunci: Peran Guru PAI, Sifat Inklusif, SMA Negeri 1 Wonogiri. %D 2014 %I UIN SUNAN KALIJAGA %L digilib11086