@phdthesis{digilib11447, month = {February}, title = {GABUNGAN TINDAK PIDANA DALAM HUKUM PIDANA ISLAM (STUDI KASUS KEKERASAN TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA) }, school = {UIN SUNAN KALIJAGA}, author = {NIM. 10370031 MUHAMMAD NURDIN TANJUNG }, year = {2014}, note = {Pembimbing : Dr. Ocktoberrinsyah, M.Ag.}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/11447/}, abstract = {Hukum Pidana Islam berasal dari peraturan Allah swt. yang bersumber pada Alquran dan Hadis yang mempunyai tujuan untuk menjaga kemaslahatan umat dan menjauhkan dari kekerasan, menjauhkan sifat kesemena-menaan yang berdampak negatif dan merusak masa depan dan mengganggu keamanan dalam kehidupan rumah tangga. Hadirnya Hukum Pidana Islam tidak menyurutkan perilaku manusia akan kekerasan terhadap anak dalam rumah tangga, sebagaimana yang dirasakan saat ini, sering ditemukan kekerasan terhadap anak dalam keluarga baik diperolaeh dari berita di televisi, koran, internet dan lain-lain. Skripsi ini meneliti tentang seorang pendakwah terkenal di Arab Saudi yang melakukan beberapa tindak pidana (ta?addudul jar{\=a}?im) terhadap putrinya, diantaranya menganiaya, memperkosa dan membunuh. Bererapa jarimah yang dilakukan pendakwah tersebut, jika hukumannya dijalankan satu persatu dirasa sangat berat, maka muncullah teori Abdul Qadir Awdah tentang gabungan hukuman (ta?addudul ?uq{\=u}b{\=a}t), yang terdapat dalam hukum pidana Islam. Gabungan hukuman (ta?addudul ?uq{\=u}b{\=a}t) mempunyai beberapa bagian, yaitu teori saling memasukkan (at-tad{\=a}khul), teori penyerapan (al-jabb), dan teori campuran (al-mukhtalath). Penelitian ini didorong dari beberapa kasus yang telah diperoleh, baik dari dari berita di televisi, koran, internet dan lain-lain. Teori juga diperoleh dari buku dan internet sebagai pendorong yang berkaitan dengan Gabungan Hukuman (ta?addudul ?uq{\=u}b{\=a}t). Data juga diperoleh dari berbagai media, buku maupun makalah yang berbicara tentang bentuk sanksi bagi pelaku kekerasan terhadap anak dalam keluarga maupun diluar keluarga, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif-analisis komparatif, sehingga akan menghasilkan kesimpulan yang detail tentang bagaimana solusi atas pelaku kekerasan yang dilakukan dalam keluarga. Hasil dari penelitian ini, memperoleh kesimpulan bahwa pendakwah tersebut masuk dalam kategori teori penyerapan (al-Jabb), karena jarimah yang dilakukan berbeda-beda hukumannya dan belum mendapat keputusan dari hakim. Jadi, untuk menggabungkan semua hukuman tersebut cukup dengan hukuman mati karena hukuman mati merupakan hukuman terberat dan menyerap hukuman lainnya sebagaimana yang dikemukakan para Ulama. } }