%A NIM. 1220410117 ARIFIN HIDAYAT, S.Sos.I %O Pembimbing : Dr. Nurus Sa’adah, S.Psi., M.Psi., Psi. %T PROSES KONSELING DAN PSIKOTERAPI PADA PONDOK PESANTREN AL-QODIR SLEMAN DALAM MENANGANI SANTRI PENDERITA GANGGUAN MENTAL %X Judul Tesis: Proses Konseling dan Psikoterapi pada Pondok Pesantren Al-Qodir Sleman dalam Menangani Santri Penderita Gangguan Mental Penulis : Arifin Hidayat, S.Sos.I (Nim: 1220410117) Penelitian ini dilatar belakangi kegelisahan akademik berdasarkan penelusuran secara teoritis dan secara empirik bahwa keluarga harus mampu menjaga kestabilan anggota keluarga agar tetap mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, jika hal tersebut gagal diwujudkan besar kemungkinan akan terjadi gangguan mental terhadap individu tersebut. Maka masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana proses konseling dan psikoterapi yang dilakukan oleh Kiai Pondok Pesantren Al-Qodir dalam menangani santri-santri penderita gangguan mental? Tujuan penelitian ini untuk mengungkap secara teoritis dan empiris proses konseling dan psikoterapi yang dilakukan Kiai di Pondok Pesantren dalam menangani santri penderita gangguan mental. Penelitian ini merupakan jenis penelitian field research yang terfokus pada proses konseling dan psikoterapi di Pondok Pesantren Al-Qodir, dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan sejak awal penelitian dan selama proses penelitian dilaksanakan, dengan menggunakan triangulasi data, dan auditing atau penelusuran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses konseling dan psikoterapi yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Qodir Sleman melalui beberapa tahapan yaitu: 1. Assesment 2. Perencanaan 3. Pelaksanaan 4. Evaluasi 5. Follow Up. Teknik yang digunakan dalam menangani santri penderita gangguan mental merupakan gabungan antara teknik behavioral dan konseling atau psikoterapi Islam. Teknik behavioral disetting untuk memanfaatkan lingkungan sebagai sumber kekuatan dalam penyembuhan pasien. Keterlibatan para ustadz, para santri, dan kegiatan ekstra kurikuler seperti berwirausaha: pertanian, peternakan, bengkel atau usaha las juga bagian dari terapi. Teknik konseling dan psikoterapi Islam digunakan melalui: mandi, shalat, zikir, sorogan (setoran) ayat-ayat al-Qur’an dan kitab kuning, dan pijat aromaterapi. Selain hal itu, Kiai juga menggunakan obat-obat medis melalui kerja sama dengan dokter yang ada di Rumah Sakit Jiwa Grasia, hal tersebut digunakan bagi santri pasien yang sewaktu-waktu kambuh dan mengamuk. %K Kata Kunci: Konseling dan Pikoterapi, gangguan mental %D 2014 %I UIN SUNAN KALIJAGA %L digilib13855