@phdthesis{digilib13950, month = {May}, title = {PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL MASYARAKAT TEGAL KOPEN BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA }, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM. 09523005 DANANG TRIATMOJO }, year = {2014}, note = {Pembimbing : Drs. Rahmat Fajri M.Ag. }, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/13950/}, abstract = {Perilaku seseorang selalu menjadi bahasan menarik, karena perilaku seseorang menjadi ukuran bagaimana seseorang itu dapat dikatakan mempunyai moral. Perilaku seseorang dapat dikatakan baik jika sesuai dengan koridor norma agama dan sosial, begitu sebaliknya jika perilaku bertentangan dengan norma agama dan sosial, maka dapat dikatakan perilaku itu menyimpang. Dalam sosiologi, perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang dianut masyarakat. Perilaku menyimpang adalah benturan ketidak sesuaian (konformitas) dengan norma sosial ataupun value yang sudah mengkristal pada masyarakat, sehingga direaksi oleh masyarakat berupa sanksi. Secara umum, macam-macam penyimpangan perilaku yang terjadi dalam masyarakat, seperti madat, minum, main, maling, dan madon, yang kemudian dalam masyarakat jawa populer dengan sebutan MO-LIMO. Perilaku menyimpang menjadi permasalahan yang perlu dicarikan solusinya mengingat perilaku ini menghambat stabilitas sosial. Perilaku menyimpang bisa menyerang siapa saja tanpa membedakan tua ataupun muda. Di kampung Tegal Kopen penyimpangan perilaku juga terjadi, halnya berjudi dan minum-minuman keras. Melihat problematika di atas, masyarakat pada awalnya kurang peduli dengan catatan tidak menggangu namun, perilaku berjudi dan minum-minuman keras membuat keresahan dalam masyarakat sehingga masyarakat bertindak untuk mengatasi problematika ini. Melihat perilaku yang demikian, maka harus dilihat keadaaan sosial di kampung Tegal Kopen dan faktor yang mengakibatkan perilaku mereka berubah. Keadaan sosial di kampung Tegal Kopen bermacam-macam, begitu pula faktor yang mengakibatkan mereka berubah. Melihat hal tersebut, digunakan metode sosiologi tentang tindakan sosial Max weber, Talcot Parson, beserta kesadaran Sigmund freud namun, pada teori kesadaran lebih ditekankan efek yang mempengaruhinya. Bentuk keadaan sosial di kampung Tegal Kopen meliputi; pertama perilaku, seperti berjudi dan mabuk. kedua agama dan ketiga interaksi. Sedangkan faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku, yakni tindakan warga berupa laporan ke POLRI dan dilanjutkan tindakan kepolisian. Warga juga mempunyai tindakan lain, yakni himbauan, pendekatan, dan agama. Selain itu, adanya kesadaran pribadi. Kesadaran ini tumbuh dari pikiran sendiri dan adanya kontak sosial yang mempengaruhi mereka. Kesadaran membuat mereka berubah secara totalitas sehingga perilaku berjudi dan mabuk tidak terulang kembali hingga saat ini. Di samping kesadaran, tindakan warga juga mempunyai andil dalam membentuk sistem sosial sehingga perubahan perilaku yang di idealkan dapat terealisasi. Selanjutnya, penulis tidak menemukan perbuatan judi dan miras di kampung Tegal Kopen. Untuk permainan kartu remi masih ada dan perlu ditegaskan, dalam bermain kartu remi tidak menggunakan uang, hanya yang kalah dan menang mereka catat disebuah kertas. Hal tersebut guna mendapatkan sanksi, biasanya berupa mengocok kartu. } }