TY  - THES
N1  - Pembimbing: Dr. Uki Sukiman, MA
ID  - digilib15261
UR  - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/15261/
A1  - QURROTA A'YUN SYAHIDAH, NIM. 09110073
Y1  - 2014/06/05/
N2  - Skripsi yang berjudul Representasi dan Resistensi dalam Novel Layaali
Turkistan karya Najib Kailani ini mengkaji tentang representasi (gambaran)
imperialisme penjajahan Cina dan Rusia terhadap jajahannya yakni rakyat
Turkistan dalam berbagai aspek diantaranya : dalam hal ekonomi, agama, politik
dan budaya. Bentuk operasi perlawanan penelitian tersebut adalah adanya
resistensi (perlawanan) dari pribumi Turkistan terhadap penjajahan Cina dan
Rusia untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negaranya. Peneliti
tertarik untuk mengkaji novel ini, karna peneliti ingin merepresentasikan kembali
bagaimana operasi penjajahan Cina dan Rusia terhadap rakyat Turkistan dalam
berbagai aspek dan bentuk operasi perlawanan dari rakyat Turkistan terhadap
kolonisasi Cina dan Rusia, Serta sikap ambivalensi yang muncul di dalam novel
Layaali Turkistan karya Najib Kailani.
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori postkolonial yakni studi
mengenai dampak-dampak kolonisasi terhadap kultur dan masyarakat baik ketika
berlangsungnya penjajahan atau sesudah penjajahan itu selesai. Metode yang
peneliti gunakan adalah dengan metode dekonstruksi yakni membongkar relasi
oposisi kolonialisme yang terbangun dalam novel. Derrida memberikan sebuah
metode pembacaan cermat dekonstruktif, sesudah mengintrogasi teksnya,
menghancurkan pertahanannya, dan menunjukkan bahwa seperangkat oposisi
berpasangan ditemukan di dalamnya.
Skripsi ini akan menghasilkan sebuah penelitian yakni peneliti
memunculkan bentuk representasi (gambaran) operasi imperialisme penjajahan
Cina dan Rusia terhadap rakyat Turkistan dalam berbagai aspek. Sebagaimana
Cina dan Rusia mencoba memporak-porandakan persendian negara dan agama
dengan menghancurkan tempat peribadatan rakyat Turkistan serta mengalih
fungsikankannya menjadi kantor intelijen, membakar mushaf-mushaf kuno sebagi
penghangat tubuh mereka di malam hari, menarik dan merobek jilbab para wanita Turkistan dan mengambil paksa para gadis Turkistan untuk dinikahkan dengan
tentara dan pendatang Cina walau berbeda keyakinan. Bukannya mereka
kekurangan wanita di negaranya, akan tetapi mereka bertujuan mengikis nilainilai
Islam melalui para wanita Turkistan. Cina beranggapan bahwa undangundang
nenek moyang mereka lebih agung dan tidak ada satu pun yang dapat
menandingi undang-undang tersebut. Tidak hanya itu, para putra-putra Turkistan
digiring ke penjara dan dibantai dengan alat yang sangat aneh, menghasut para
pejuang Turkistan dengan propaganda palsu agar rakyat Turkistan membenci para
pejuang kemerdekaan Turkistan. Subyek terjajah (rakyat Turkistan) pun
melakukan operasi perlawanan (resistensi) terhadap penjajahan Cina dan Rusia,
mereka melakukan gerakan berani mati dengan menyerang kembali tentara Cina
dan Rusia serta mengambil kembali wilayah-wilayah yang dikuasai oleh penjajah,
membebaskan para tawanan, mengobarkan revolusi kemerdekaan dari ujung
hingga ke ujung Turkistan dan bersatu kembali untuk memperjuangkan
kemerdekaan Turkistan. Adanya sikap ambivalensi yang muncul di dalam novel
yakni selain rakyat Turkistan yang mencoba melakukan perlawanan atas
penjajahan Cina dan Rusia, ada juga rakyat Turkistan yang berpihak kepada
penjajah. Di dalam novel, ada tokoh yang berpihak kepada penjajah yakni Najmat
Lail. Ia menikah dengan perwira Cina yang jatuh Cinta kepadanya, istri Mansur
Darga yang menjadi wanita yang melayani para tentara Cina yang datang
kepadanya, dan ada juga para pengkhianat negara yang disebut dengan separatis.
Mereka berpihak dan membantu para penjajah membantai rakyat Turkistan.
Tingkah laku dan ucapan mereka seperti para penjajah. Sikap ambivalensi tidak
hanya dari pribumi saja, akan tetapi juga berasal dari penjajah itu sendiri yakni
Perwira Cina (suami Najmat Lail), ia melakukan pembantaian terhadap rakyat
Turkistan karena tanggung jawab dan perintah dari atasannya yang tidak bisa
dibantah, seperti dalam kutipan : ?Aku, siapa aku ?! aku hanya sekedar seorang
dari komponen tentara yang besar ini. Hanya sebuah piringan kecil di dalam alat
raksasa??. Dan ? Aku terpaksa!, jika aku tidak menjalankan tugasku, aku yang
akan ditendang dan dibunuhnya?.?.
PB  - UIN SUNAN KALIJAGA
KW  - TAMTHIL WA AL MUQAWAMAH FI AL RIWAYAH LAYALI TURKISTAN
M1  - skripsi
TI  - AL TAMTHIL WA AL MUQAWAMAH FI AL RIWAYAH LAYALI TURKISTAN LI NAJIB AL KAYLANI (DIRASAH TAHLILIYAH FI MA BA'DA AL ISTI'MARIYAH)
AV  - restricted
EP  - 73
ER  -