%A NIM. 11350074 SYAUQON HILALI NUR RITONGA %O SITI DJAZIMAH, S.Ag., M.S.I. %T KONSEP KELUARGA SAKINAH MASYARAKAT MUSLIM PEDESAAN (STUDI DI DUSUN SAWAH DESA MONGGOL KECAMATAN SAPTOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL) %X Pernikahan merupakan suatu perbuatan yang dinilai sebagai ibadah dalam agama Islam. Pernikahan memiliki tujuan utama untuk membentuk keluarga yang sakinah, di samping tujuan yang lain, yaitu: memenuhi kebutuhan seksual, reproduksi, menjaga diri, dan ibadah. Pembentukan keluarga sakinah akan dipengaruhi oleh unsur pengetahuan agama, pendidikan, ekonomi, kesehatan, relasi yang baik. Bagi masyarakat Dusun Sawah Desa Monggol Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul, tentu hal tersebut tidak bisa terpenuhi secara keseluruhan. Oleh sebab itu penyusun ingin meneliti bagaimana konsep keluarga sakinah dan konsep pembentukan keluarga sakinah yang dipakai di tempat tersebut. Penelitian ini merupakan field research atau penelitian lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan di Dusun Sawah Desa Monggol Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini menggali bagaimana pemahaman masyarakat pedusunan tentang konsep keluarga sakinah. Penelitian ini bersifat Preskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur terhadap masyarakat Dusun Sawah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara induktif, kemudian ditarik kesimpulan secara deduktif dengan pendekatan normatife-yuridis. Pendekatan hukum islam yang dipakai untuk menganalisi konsep keluarga sakinah masyarakat Dusun Sawah adalah ayat-ayat al-Qur‟an, pendapat ulama, dan maqa>sid syari‟ah. Sementara pendekatan yuridis yang dipakai adalah ketentuan Undang-Undang Perkawinan dan ketentuan Kemenerian Agama. Hasil penelitian konsep keluarga sakinah yang terdapat pada masyrakat Dusun Sawah Desa Monggol Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul, diperoleh kesimpulan, bahwa masyarakat Dusun Sawah memiliki pemahaman tersendiri mengenai keluarga sakinah, dan tidak sesuai dengan normatif dan yuridis. Baik itu mengenai pengertian, kriteria, faktor-faktor, dan juga upaya pembentukan keluarga sakinah yang mereka miliki. Perbedaannya terletak pada kesakinahan yang di maksud oleh masyarakat Dusun Sawah hanya bersifat duniawi saja. secara normative dan yuridis, dijelaskan bahwa sebuah keluarga harus memiliki nilai-nilai spiritual. Upaya pembentukan keluarga sakinah yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Sawah, jika dilihat dari sudut pandang Kementerian Agama hanya sampai pada tahap keluarga sakinah 1. Kemudian jika dilihat dari maqa>sid syari‟ah, maka belum memenuhi 1 (satu) aspek yang sesuai dengan hukum Islam, yaitu memelihara agama. Cara pandang mengenai keluarga sakinah yang dimiliki masyarakat Dusun Sawah tersebut terbentuk akibat minimnya pendidikan, pengetahuan agama, serta tingkat ekonomi rendah yang mereka miliki. Meskipun demikian bukan berarti masyarakat Dusun Sawah tidak bahagia dengan keluarga yang mereka memiliki, dengan keterbatasan yang ada mereka mampu menciptakan keluarga sakinah menurut pola pikir mereka sendiri. %K KONSEP, KELUARGA SAKINAH, MUSLIM PEDESAAN %D 2015 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib17303