%0 Thesis %9 Skripsi %A Ari Setyobudi Sudarmanto NIM: 00510351, %B /S1 - Skripsi/Fakultas Ushuluddin/ %D 2009 %F digilib:1866 %I UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta %K Etika Seks, Hukum Islam %T ETIKA SEKSUAL DALAM ISLAM %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1866/ %X ABSTRAK Selama ini sex selalu dianggap tabu dan tidak layak untuk diperbincangkan. Bahkan banyak orang yang terkesan menutup-nutupi atau bahkan malu-malu kucing bila membicarakan tentang masalah sex. Sehingga dengan pandangan seperti itu mengakibatkan permasalahan sex menjadi rancu sehingga banyak orang yang menjadi penasaran lalu akhirnya mencoba-coba melakukan dan terjadilah tindakan kriminal. Ironisnya pemikiran seperti ini juga melanda umat Islam, sehingga banyak orang yang merasa sok suci dan tidak mau membahas tentang sex beserta segala permasalahan yang ada di dalamnya. Akibatnya banyak umat Islam yang tidak tau dan paham tentang moralitas sex baik dari segi strukturnya maupun fundasinya. Hal ini mengakibatkan terjadinya penyimpangan-enyimpangan etika di dalam seksualitas. Padahal bila kita mengkaji Al-Qur'an lebih dalam maka ada ayat-ayat didalam Al-Qur'an yang menerangkan dan menjelaskan dengan detail permasalah tentang sex, bahkan masalah moralitas sex pun juga disinggung didalam Al-Qur'an. Selain Al-Qur'an ternyata banyak juga hadits Nabi yang mengajarkan bagaimana cara berhubungan sex, baik sebelum dan sesudah melakukan hubungan sex. Etika seksual adalah sikap dan perbuatan yang sebaik-baiknya yang harus dilakukan oleh seorang laki-laki terhadap seorang perempuan dan sebaliknya, di dalam pergaulan dan tujuan yang sebaik-baiknya dari perbuatan itu. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan filosofi yaitu pendekatan yang digunakan untuk mengetahui suatu permasalahan yang cenderung kontradiksi yang dikupas secara arif dengan menggunakan segi kacamata agama sehingga hasil yang diperoleh tidak lagi menghakimi tetapi melihat sejauh mana hal-hal yang berguna dapat ditemukan. Etika seksual dalam Islam tidak menerima konsep seks bebas, sistem kebiaraan, dan cara-cara amoral untuk memenuhi kebutuhan seks seperti seks pranikah, homoseksual, dan lain-lain. Sedangkan inti dari moralitas seks Islam adalah sangat menganjurkan arti penting tentang perkawinan, karena dengan perkawinan akan menjauhkan dari perbuatan zina dan dosa. Selain itu dengan perkawinan akan mendapatkan banyak manfaat yaitu: untuk mewariskan keturunan, untuk menyelamatkan masyarakat dari dekadensi moral, untuk menjalin kerjasama suami istri terhadap tanggung jawab keluarga dan untuk menentramkan jiwa. %Z Pembimbing : Drs. Sudin, M.Hum. M. Fathkan, S.Ag, M.Hum.