%A NIM. 01230756 AHMAD SIHABUDDIN %O Andayani SIP, MSW %T PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA SANTRI PONDOK PESANTREN NURUL UMMAH KOTAGEDE YOGYAKARTA %X Perspektif historis menempatkan pesantren pada posisi yang cukup istimewa dalam khazanah perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Tidak terlalu berlebihan apabila pesantren diposisikan sebagai sebuah elemen determinan dalam struktur piramida sosial masyarakat Indonesia. Adanya posisi strategis yang dimiliki pesantren dalam pembangunan sosial baik yang dilakukan melalui potensi pendidikan maupun potensi pengembangan masyrakat. Seperti dimaklumi, pesantren selama ini dikenal dengan fungsinya sebagai lembaga pendidikan yang memiliki misi untuk membebaskan peserta didiknya dari belenggu kebodohan ini yang selama ini menjadi musuh dari dunia pendidikan. Permasalahan seputar pengembangan model pendidikan pondok pesantren dalam hubungannya dengan peningkatan kualitas SDM (human resources) merupakan isu aktual dalam arus perbincangan kepesantrenan kontemporer. Keberdayaan santri dalam menguasai ilmu pengetahuan dan keagamaan akan menjadi bekal mereka dalam berperan serta dalam proses pembangunan yang pada intinya tiada lain adalah perubahan sosial menuju terciptanya tatanan masyarakat yang lebih sempurna. Pondok pesantren sering kali diidentikkan dengan lingkungan kumuh, dengan santri yang sering kali sakit-sakitan dan berbagai macam hal yang berkaitan dengan perawatan kesehatan. Dan ada lagi mitos yang mengatakan bahwa seorang santri apabila belum Gudigan maka status kesantriannya belum sah. Benarkah demikian? Untuk menjawab semua itu perlu dibangun paradigma baru yang dapat mengubah pemikiran tersebut, yaitu dengan pemberdayaan santri dalam bidang kesehatan. Setiap pelajaran fiqh baik tingkatan terendah sampai tingkatan tertinggi selalu di mulai dengan thaharah, ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan adalah suatu hal yang sangat pokok. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini di laksanakan di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta dengan mengangkat seputar permasalahan kesehatan. Dalam penelitian ini diketahui tentang bagaimana langkah-langkah Program PSDM bidang kesehatan yang telah dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Ummah dan faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat pelaksanaan PSDM bidang kesehatan. • Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa pihak pesantren dalam melaksanakan PSDM dalam bidang kesehatan dengan menggunakan lima tahapan. Petama, penentuan kebutuhan PSDM. Kedua, penetapan tujuan PSDM. Ketiga, Pemilihan metode PSDM dengan menggunakan dua metode, yaitu metode On The Job dan metode Off The Job. Kempat, pelaksanaan program. Kelima, adalah evaluasi program PSDM. penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merumuskan PSDM sehingga penelitian yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Ummah dapat dijadikan acuan ataupun model dalam pengembangan SDM yang nantiuya uiharapkau dapat diimplementasikan dcngnn kdlidupan masyarakat yang masih memerlukan pcmbinrum terhadap PSDM yang berkualitas baik spritual maupun material. %D 2007 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib18779