TY - THES N1 - Dr. Euis Nurlaelawati,MA, ID - digilib20805 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/20805/ A1 - ULIL FUAD, NIM. 11340157 Y1 - 2016/03/29/ N2 - Dalam PERMA No. 1 Tahun 2008, mediasi merupakan cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan para pihak dengan dibantu oleh mediator. Di Pengadilan, mediasi merupakan tahapan pertama yang harus dilaksanakan oleh seorang hakim dalam menyidangkan suatu perkara perceraian. Keterangan dua belah pihak yang berperkara dalam sebuah mediasi akan sangat dibutuhkan oeh hakim mediator untuk dapat mencapai sebuah keputusan yang adil. Pada prinsipnya mediasi itu diterapkan untuk memenuhi asas cepat, mudah, biaya ringan dan yang paling pokok adalah mengurangi adanya penumpukan perkara yang masuk di Pengadilan. Dan kaitannya dalam sebuah perkara perceraian ialah perkara tersebut dicabut dari. Perkara yang diterima Pengadilan Negeri Bantul pada tahun 2014 dan 2015 yang berjumlah 206 dan 306 menunjukan peningkatan yang sangat signifikan. Peningkatan jumlah perceraian antara tahun 2014-2015 mencapai 51%. Hal ini yang melatar belakangi penulis ingin meneliti lebih dalam tentang efektifitas mediasi yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Bantul dan problematika serta faktor-faktor yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya mediasi yang dilaksanakan. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menggunakan jenis penelitian pustaka (library reaseach) yaitu meneliti dokumen-dokumen tentang mediasi yang diambil langsung dari lokasi penelitian yaitu Pengadilan Negeri Bantul. Sifat penelitiannya adalah deskriptif-analitik, serta menggunakan pendekatan normative-yuridis. Pengumpulan datanya dengan observasi dan interview langsung terhadap hakim dan pegawai yang ada di Pengadilan Negeri Bantul. Kemudian yang telah terkumpul dianalitis secara kualitatif dengan menggunakan teknik penulisan induktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa upaya damai atau mediasi yang dilakukan disetiap perkara yang masuk di Pengadilan Negeri Bantul belum mencapai sebuah keefektifan dan masih kesulitan untuk menghadirkan dua belah pihak yang berperkara karena bulatnya tekad dari dua belah pihak yang berperkara. Dan hanya ada 1 mediasi yang berhasil selama tahun 2014 dan 2015. Adapun jumlah perkara perceraian yang masuk di Pengadilan Negeri Bantul di tahun 2014 dan 2015 adalah 512. Hasil yang dicapai kurang maksimal karena berbagai faktor yang mempengaruhi. Faktor eksternal yaitu faktor intensitas waktu, faktor keterlibatan pengacara, faktor perasaan. Faktor internal yaitu mediator dan kedua belah pihak yang berperkara. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - mediasi dan problematikanya KW - sengketa perdata di pengadilan negeri KW - studi kasus perceraian M1 - skripsi TI - MEDIASI DAN PROBLEMATIKANYA DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI BANTUL TAHUN 2014-2015 (STUDI KASUS PERCERAIAN) AV - restricted EP - 104 ER -