@phdthesis{digilib21198, month = {May}, title = {ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN ORMAS GAFATAR DI HARIAN KOMPAS DAN HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI 2016 (STUDI PERBANDINGAN)}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM. 12210045 FARHAN AZIZI}, year = {2016}, note = {Dr. Hamdan Daulay, M.A., M.Si.}, keywords = {Analisis Framing, Ormas Gafatar, Kompas, Republika.}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/21198/}, abstract = {Penelitian yang berjudul ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN ORMAS GAFATAR DI HARIAN KOMPAS DAN HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI 2016 (STUDI PERBANDINGAN) bertujuan untuk mengetahui bagaimana framing yang dilakukan harian Kompas dan harian Republika dalam melakukan pemberitaan yang berkaitan dengan Ormas Gafatar, sebagaimana yang termuat dalam kedua surat kabar tersebut Edisi bulan Januari 2016. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis framing model Robert N. Entman dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari naskah-naskah berita yang berkaitan dengan Ormas Gafatar di harian Kompas dan Harian Republika yang merupakan sumber data primer dan sumber sekunder yang berasal buku-buku yang berkaitan dengan penelitian. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Kesimpulan dari peneitian ini adalah Harian Kompas dalam melakukan pemberitaan terkait dengan ormas Gafatar selalu mengedepankan atau menonjolkan isu keamanan dan kestabilan sosial masyarakat sebagai main frame. Dalam melakukan pemberitaan Kompas selalu berupaya menghadirkan faktafakta pembanding sehingga pemberitan yang dilakukan berimbang. Kompas dalam melakukan pemberitaan memposisikan diri sebagai pihak yang tidak memihak pihak manapun. Mereka hanya melakukan pemberitaan berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh dari berbagai sumber di lapangan. Harian Republika dalam memberitakan kasus ormas Gafatar selalu menerapkan frame masalah keagamaan dimana keberadaan ormas Gafatar yang diindikasi sebagai aliran sesat mengancam masyarakat khususnya umat Islam, karena ajaran yang dibawa Gafatar dianggap menyimpang dari ajaran Islam. Harian Republika selalu memposisikan diri sebagai penentang Gafatar. Semua pemberitaan tersebut terkesan menyudutkan dan memposisikan Gafatar pada pihak yang bermasalah. Harian Republika selalu menghadirkan narasumber dari kalangan tokoh agama Islam yang menentang keberadaan Gafatar, hal ini menjadi semacam upaya melegitimasi permasalahan Ormas Gafatar adalah permasalahan keagamaan yang mengancam umat Islam.} }