eprintid: 23735 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 111 dir: disk0/00/02/37/35 datestamp: 2017-01-27 02:14:04 lastmod: 2017-01-27 02:14:04 status_changed: 2017-01-27 02:14:04 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: ROVIK, NIM. 12670030 title: PENGEMBANGAN INDIVIDUALIZED EDUCATION PROGRAM (IEP) MATA PELAJARAN KIMIA MATERI HIDROKARBON UNTUK PESERTA DIDIK SLOW LEARNER KELAS X DI SMA INKLUSI ispublished: pub subjects: KC divisions: jur_kim full_text_status: restricted keywords: indeks inklusivitas, pengembangan IEP, slow learner, inklusi, perangkat pembelajaran note: Suprihatiningrum, M.Pd, s abstract: inklusif (tingkat inklusivitas) di SMA inklusi, (2) Mengetahui komponen yang dibutuhkan untuk menyusun Individualized Education Program (IEP) untuk peserta didik slow learner, (3) Mengetahui judgement reviewers (guru kimia dan guru pendamping khusus (GPK)) dan peer reviewers terhadap Individualized Education Program (IEP) yang telah dikembangkan dan perangkat pembelajaran yang telah dimodifikasi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan IEP di bidang pendidikan kimia untuk SMA Inklusi. Penelitian dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Bantul yang merupakan sekolah inklusi dengan peserta didik berkebutuhan khusus yaitu slow learner. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model pengembangan yang dirancang khusus untuk mengembangkan IEP. Acuan yang digunakan berupa buku panduan yang dikembangkan oleh Ministry of Education British Columbia (2009) dengan buku yang berjudul Individualized Education Planning for Student with Special Needs: A Resource Guide for Teachers. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan pedoman wawancara dan instrumen daftar cek, sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu Skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pendidikan inklusi (inklusivitas) di SMA Muhammadiyah 1 Bantul adalah cukup, dengan persentase keidealan total sebesar 68%. Inklusivitas di SMA Inklusi dapat diketahui dengan menggunakan indeks inklusivitas yang dikembangkan oleh peneliti dengan mengacu pada Index for Inclusion: Developing Learning and Participation in Schools (CSIE) dan beberapa sumber berupa buku tentang pendidikan inklusif. Komponen pengembangan IEP yaitu identitas peserta didik, tim pengembangan dan pelaksana IEP, asesmen yang pernah dilakukan, hambatan dan kekuatan, kebutuhan dan perlakuan, faktor pendukung dan penghambat, rencana perlakuan, dan lain-lain. Adapun langkah pengembangan IEP yaitu: assessment, collaboration, writing, introducing, monitoring, reviewing, dan reporting. Namun dalam penelitian ini tahap yang dilakukan hanya sampai tahap introducing skala kecil, yaitu kepada pelaksana IEP. Hasil judgement reviewers dan peer reviewers terhadap produk yang telah dikembangkan yaitu sebagai berikut: (1) Ranah kognitif untuk peserta didik reguler dan slow learner perlu dibedakan, (2) Perlakuan yang akan diberikan kepada peserta didik slow learner perlu dituliskan dalam RPP/RPK, (3) RPP/RPK yang digunakan untuk pembelajaran di kelas dan remedial teaching perlu dibedakan, (4) Pengembangan IEP perlu melibatkan BK sekolah (guru BK) dan orang tua, (5) Setiap perilaku perkembangan peserta didik slow learner perlu diperhatikan (tidak boleh diabaikan), (6) Mahasiswa peneliti ikut serta dalam proses screening atau asesmen peserta didik slow learner. date: 2016-10-27 date_type: published pages: 250 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: ROVIK, NIM. 12670030 (2016) PENGEMBANGAN INDIVIDUALIZED EDUCATION PROGRAM (IEP) MATA PELAJARAN KIMIA MATERI HIDROKARBON UNTUK PESERTA DIDIK SLOW LEARNER KELAS X DI SMA INKLUSI. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/23735/1/12670030_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/23735/2/12670030_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf