%0 Thesis %9 Skripsi %A LILIS KARINA PINAYUNGAN, NIM. 13531164 %B Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam %D 2017 %F digilib:25052 %I UIN Sunan Kalijaga %K KEPEMIMPINAN POLITIK, AL-BAIDAWI, TAFSIR ANWĀR AL-TANZIL WA ASRĀR AL-TA’WIL %P 137 %T TAFSIR AYAT-AYAT KEPEMIMPINAN POLITIK MENURUT AL-BAIDAWI DALAM TAFSIR ANWĀR AL-TANZĪL WA ASRĀR AL-TA’WĪL %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/25052/ %X Dewasa ini, tidak banyak penelitian ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan kepemimpinan politik secara akademik. Padahal Indonesia sangat membutuhkan karya ilmiah tentang kepemimpinan, karena kondisi Indonesia saat ini sedang diributkan dengan perdebatan perbedaan pendapat tentang kepemimpinan politik. yang mana kepemimpinan merupakan inti dari kemajuan suatu negara, segala sesuatunya tergantung pada tindakan pemimpin. Namun sangat disayangkan bahwa proses kepemimpinan ini tidak fokus pada ideologinya seorang pemimpin. Penelitian ini memfokuskan pada penafsiran al-Baidᾱwῑ dalam tafsir yang berjudul Anwᾱru al- Tanzῑl wa Asrᾱru al-Ta’wῑl terhadap term Khalῑfah, Ūlῑ al-Amri dan Imᾱm yang notabenenya berhubungan dengan kepemimpinan politik dalam suatu negara. Selain tiga term tersebut penelitian ini juga akan membahas ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan memilih pemimpin. Pembatasan penelitian pada al-Baidᾱwῑ, karena kondisi politik semasa hidup al-Baidᾱwῑ menjabat sebagai Hakim di kota Syirᾱz mengalami kemunduran yang disebabkan lemahnya para Khalifah dalam kepemimpinan. Beliau juga seorang intelektual yang memiliki banyak karya, salah satunya karya yang paling populer Anwᾱru al-Tanzῑl wa Asrᾱru al-Ta’wῑl, yang merupakan kitab tafsir yang ringkas dan jelas serta kekhasan lainnya. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) yang mana sumber primer penelitian ini adalah kitab Anwᾱru al-Tanzῑl wa Asrᾱru al-Ta’wῑl. Pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan Metode Kritik Sejarah (The Critical Historis Method), yakni pendekatan kesejarahan untuk mengungkapkan nilai-nilai yang terkandung dalam sejumlah data sejarah. Dari penelitian ini, ditemukan jawaban bahwa menurut al-Baidᾱwῑ yang disebut Khalῑfah meliputi Nabi Adam dan keturunannya. Ūlῑ al-Amri dan Imᾱm meliputi pangeran, putra mahkota, raja, kepala, pemimpin, penguasa, penuntun dan penunjuk jalan. al-Baidhᾱwῑ menekankan kembali bahwa setiap manusia memiliki hak untuk menjadi pemimpin. Beliau menjelaskan bahwa dalam memilih pemimpin dapat dilihat berdasarkan kehidupan sosial dan melihat bagaimana cara ia dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian akan terlihat kelayakannya untuk dijadikan pemimpin berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan, yakni mampu memakmurkan bumi, menahan hawa nafsu, berbuat benar, menepati janji, adil, mengangkat kaidah Islam dan mengharumkan nama negara. Menurut al-Baidᾱwῑ konsep pemilihan kepemimpinan berdasarkan, keturunan, ditunjuk langsung oleh kepala negara dan pemilihan umum. Bahkan dalam penyelesaian masalah juga disampaikan melalui tiga term di atas, yakni dengan cara mengembalikannya kepada Allah dan kitab-Nya, mengembalikannya kepada Rasulullah dan Sunnahnya, dan kepada pemegang kekuasaan serta yang memiliki pengetahuan luas (ulama dan Qiyas). %Z Drs. Indal Abror, M.Ag