%A NIM. 00520135 FAKHRUDDIN NUR %O Drs. H. Subagyo, M.Ag %T HINDU SENDURO (STUDI TERHADAP HUBUNGAN ANTARA UMAT HINDU DENGAN UMAT ISLAM DI SENDURO) %X Lokasi penelitian ini berada di Desa Senduro, kecamalan Senduro, kabupaten Lumajang, profensi Jawa Timur. Lokasi ini berbatasan dengan daerah Tcngger dan berada di bawah lereng gunung Semeru. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh hubungan dua agama di Desa Senduro tersebut dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjaiinnya hubungan tersebut, karena hubungan antar umat beragama pada saat ini merupakan masalah yang cukup penting dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Melalui pendekatan sosiologis dalam melihat hubungan antar masyarakat yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan sejumlah literatur pendukung yang diolah berdasar kaedah analisis deskriptif kualitatif, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa pola hubungan yang teijadi di daerah Senduro adalah kerjasama, akomodasi dan konflik. Konflik biasanya disebabkan oleh relasi-relasi sosial, ekonomi yang berkaitan baik secara langsung atau tidak langsung dengan isu-isu keagamaan. Konflik ini semacam ketegangan psikologis dan sosiologis yang kcbetulan saja melibatkan dua pemeluk agama yang berbeda. Hubungan dalam bentuk lainnya adalah akomodasi, pola hubungan akomodasi terjadi karena adanya percampuran antar kedua masyarakat tersebut. Percampuran yang teijadi tidak saja mengambil bentuk kcberadaan masyarakat yang hidup dalam satu wilayah tertentu, tetapi juga percampuran antara masyarakat Islam dengan Hindu dalam sebuah perkawinan eampuran. Dari sinilah terjadi upaya-upaya adaptasi antar masyarakat Islam dengan Hindu di Senduro. Sedangkan pola hubungan kerjasama antar masyarakat terjadi dalam bentuk saling menghargai, tolong menolong dan hidup rukun. Hidup saling menghargai dilakukan dengan jalan tidak mengganggu kebebasan dan nilai-nilai sosial yang terdapat di Desa Senduro. Kalau dilihat, semua bentuk hubungan di atas mempunyai beberapa faktor yang mempengaruhi. Pertama, faktor yang juga menjadi perekat integrasi sosial terutama pada masyarakat Senduro adalah konsep guyup rukun dalam kehidupan bertetangga yang bersumber dari budaya Jawa. Orang Jawa memperoleh keamanan psikologis yang cukup besar dari perasaan akrab dan menyatu. Hubungan tersebut terbentuk berdasarkan perasaan berkebudayaan satu yaitu budaya Jawa. Kedua, bentuk-bentuk konflik biasanya disebabkan oleh relasi-relasi sosial, ekonomi yang berkaitan baik secara langsung atau tidak langsung dengan isu-isu keagamaan. Tetapi kalau dilihat secara lebih dalam, sebenamya faktor-faktor nilai-nilai sosial dan etika Jawa menjadi faktor yang dominan dalam relasi-relasi sosial antara umat Islam dengan umat Hindu di Senduro. Budaya Jawa yang lebih menjunjung tinggi nilai-nilai keselarasan (kebersamaan) untuk sekarang ini lebih dikenal dengan etika sosial. Etika sosial adalah wujud dari sebuah konsensus dari pluralitas nilai-nilai yang ada dalam kehidupan masyarakat. %K Umat Hindu dengan Umat Islam di Senduro %D 2004 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib25724