%A NIM 12530098 MISS. SAOWADAH HEMYEH %O Dr. MUHAMMAD ALFATIH SURYADILAGA, S.Ag., M.Ag. %T TRADISI MEMBACA BARJANJI PADA PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW DI PONDOK PESANTREN BAN PA’RAMAI THAILAND %X Tradisi pembacaan barjanji sebenarnya tidak hanya ada di Thailand, tapi juga diberbagai Negara belahan dunia yang terdapat kelompok masyarakat muslim. Pembacaan barjanji biasanya di pondok pesantren Ban Pa’ramai, Thailand, merupakan tradisi yang dibacaakan setiap kali menyambut hari lahir Nabi Muhammad SAW., atau yang juga disebut dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi yang lahir dari Negara atau bacaannya yang merupakan hasil karya dari ulama muslim yang kemudian dijadikan bahan bacaan pada saat perayaan Maulid Nabi menjadi menarik untuk diteliti. Sehingga dapat diketahui asal-usul dan pemahaman terhadap tradisi pembacaan barjanji tersebut. Di Indonesia sendiri tradisi shalawat hampir memenuhi setiap perayaan seperti kelahiran, pernikahan, selamatan, maulidan, khataman al- Quran dan lain sebagainya. Sedangkan Thailand(sebagai negeri asal penulis) negeri yang mayoritas masyarakatnya memeluk agama Budha. Meskipun mayoritas masyarakat Thailand mempraktikkan agama Budha --agama resmi negara ini-- tidak sedikit juga dari populasi Thailand adalah Kristen, Konghucu, Hindu,Yahudi, Sikh dan Taoisme, dan diperkirakan bahwa hingga 10 persen dari 64 juta penduduk Thailand adalah Muslim. Dari latar belakang ini menghasilkan rumusan masalah, bagaimana pelaksanaan pembacaan barjanji di pondok pesantren Ban Pa’ramai? Kedua, Bagaimana pemahaman santri terhadap tradisi tersebut? Untuk itu, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan sosiologis, mengenai pemahaman dan pelaksanaan tradisi pembacaan barjanji tersebut. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa hasil penelitian lapangan, wawancara, dokumentasi, Studi kepustakaan dokumen dan literatur yang berhubungan dengan materi penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi pembacaan barjanji merupakan tradisi yang ada sejak dahulu dan diajarkan oleh pendiri pondok pesantren Ban Pa’ramai. Santri memahami tradisi pembacaan barjanji bukan sebatas tradisi dan pembacaan syair-syair melainkan ada nilai ibadah dan dianggap bentuk ungkapan kebahagiaan sekaligus kecintaannya kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang muslim memiliki keyakinan bahwa membaca barjanji juga diyakini dapat mendekatkan diri kepada pencipta alam dan Rasul-Nya, Muhammad SAW. Kata kunci: Tradisi Menmbaca Barjanji, Maulid Nabi. Pondok Pesantren Ban Pa’ramai. %K Tradisi Menmbaca Barjanji, Maulid Nabi. Pondok Pesantren Ban Pa’ramai. %D 2017 %I UIN Sunan Kalijaga %L digilib26992