%0 Thesis %9 Skripsi %A Ahmad Taufiqurrohman, NIM. 13230019 %B FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI %D 2017 %F digilib:27149 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Penyadaran kritis, perlindungan anak, perempuan desa. %T PENYADARAN KRITIS TENTANG PERLINDUNGAN ANAK PADA PEREMPUAN DESA: Studi Kasus Kelompok Usaha Bersama (KUB) Lestari Desa Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/27149/ %X Penyadaran kritis tentang perlindungan anak pada perempuan desa adalah sebuah pembahasaan dari kegiatan perlindungan anak yang dilakukan LSPPA pada komunitas perempuan desa yaitu KUB Lestari. LSPPA yaitu sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mempunyai fokus memperjuangkan hak perempuan dan anak yang berarti menegakkan kesetaraan gender. Tema tentang perlindungan anak melalui penyadaran perempuan ini yaitu kegiatan pemberdayaan yang dilakukan sebagai upaya mendorong perempuan desa agar memiliki kesadaran kritis tentang perlindungan anak. Penelitian ini menarik, karena di tengah isuh kekerasan pada anak yang telah marak, LSPPA menawarkan solusi emas penyadaran kritis sebagai jalan keluar. Selanjutnya terkait metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus, untuk mendapatkan data yang matang pemilihan informan dalam penelitian ini yaitu purposive dengan menggunakan kreteria orang yang paling mengetahui, yang mana informan tersebut sebagai sumber akan digali menggunakan pengumpulan data: wawancara, observasi dan dokumentasi, tak hanya itu agar data terbilang valid, maka digunakan teknik triangulasi untuk membandingkan data satu dengan yang lain, dan yang terakhir analisis data digunakanlah analisis interaktif. Hasil yang temuan dari penelitian ini, diketahui bahwa ada beberapa yang nampak, pertama ditemukan ada enam bentuk kekerasan pada anak yaitu antara lain: tidak terpenuhinya hak anak secara ekonomi, identitas, tumbuh kembang, kemudian psikological abuse, Social Abuse dan eksploitasi secara finansial dan psikologis. Bentuk kekerasa tersebut diakibatkan karena enam menjadi penyebab tindak kekerasan pada anak yaitu: faktor ekonomi, pertengkaran antar suami, pertengkaran antar mertua, perselingkuhan, perbedaan anak dengan teman sebaya, dan yang terakhir mencakup masalah jiwa serta psikologis. Setelah itu untuk hasil yang kedua tentang penyadaran juga ditemukan beberapa bagian yang harus diperhatikan dalam upaya penyadaran masyarakat terkait perlindungan anak yaitu hubungan akrab dengan gambaran saling belajar antar fasilitator dengan anggota KUB Lestari, metode penyampaian materi yang bertahap, materi yang mudah dipahami oleh anggota dan kemudian tujuan yang mengarah pada kesadaran kritis dimiliki oleh penerima manfaat yaitu anggota KUB Lestari. %Z Siti Aminah, S.Sos.I., M.Si.