%A ZUHARI HARSYAH NIM : 05410109-04 %O Pembimbing : Muqowim, M.Ag. %T METODE PEMBELAJARAN FIQIH KONTEKSTUAL DI KELAS ULYA MADRASAH DINIYAH NURUL UMMAH KOTAGEDE YOGYAKARTA %X Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang Metode Pembelajaran Fiqih di Kelas Ulya Madrasah Diniyah Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta. Penelitian ini menarik dikaji, karena selama ini pembelajaran fiqih di pesantren mayoritas bersifat teacher-centered dan metode pembelajaran fiqih hanya terfokus pada hal-hal yang bersifat tekstualis. Sedangkan pembelajaran fiqih di kelas Ulya MDNU ini bersifat kontekstual dan lebih mengarah pada pembelajaran yang bersifat student-centered. Adapun rumusan masalahnya ada tiga, yaitu; mengapa metode pembelajaran fiqih yang kontekstual diterapkan di kelas ulya MDNU?, bagaimana penerapan metode pembelajaran fiqih kontekstual di kelas Ulya MDNU?, dan apa hasil belajar fiqih dengan menggunakan metode yang selama ini diterapkan di kelas Ulya MDNU?. Hasil penelitian ini diharapkan akan dapat dipergunakan oleh ustadz fiqih dan guru PAI untuk menyampaikan mata pelajaran fiqih dengan metode yang relevan, kontekstual dan disesuaikan dengan kemampuan santri/siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan antropologi, dengan mengambil latar Madrasah Diniyah Nurul Ummah. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dengan analisis induktif, yaitu menganalisis data yang khusus kemudian ditarik generalisasi yang mempunyai sifat umum. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan mengadakan triangulasi dengan menggunakan sumber dan metode yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Urgensi penerapan metode pembelajaran fiqih yang kontekstual di kelas Ulya adalah sebagai berikut: (a) Fiqih merupakan hasil dari sebuah proses penalaran terhadap syari’ah, maka di tengah arus modernitas, berbagai persoalan hukum Islam muncul. Hal ini menuntut adanya penalaran lebih jauh terhadap hukum fiqih yang sudah banyak terkodifikasi dalam karya-karya fiqh. (b) Mayoritas santri di kelas ini juga berstatus mahasiswa yang sudah mempunyai wawasan yang lebih. (c) Dilihat dari usia santri, santri kelas ulya sudah dewasa dan dapat berfikir secara kritis. (d) Agar santri kelas Ulya dapat memahami kitab-kitab fiqih dengan baik dan mampu merelevansikan materi yang ada di dalam kitab dengan realita yang ada. (2) Metode yang digunakan dalam pembelajaran fiqih di kelas Ulya Madrasah Diniyah Nurul Ummah terdiri dari: metode diskusi, metode bahs al-masail, metode ceramah, metode pemberian tugas, metode tanya jawab, dan metode mutarahah. (3) Hasil belajar dengan menggunakan metode-metode tersebut menunjukkan bahwa santri kelas Ulya sudah cukup menguasai materi fiqih. Adapun aspek yang dinilai di antaranya adalah tugas makalah, presensi, keaktifan di kelas dan ujian akhir. %K Metode, Pembelajaran, Fiqih, Kontekstual %D 2009 %I UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta %L digilib2855