@phdthesis{digilib29794,
           month = {February},
           title = {KEBIJAKAN POLITIK JEPANG NANSHIN-R{\=O}N DAN PENGARUH ISLAM
DALAM POLITIK JEPANG (1926-1960 M)},
          school = {UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta},
          author = {NIM. 12120018 IFFAH SA?ADATI},
            year = {2018},
            note = {Dr. Nurul Hak, S.Ag., M.Hum.},
        keywords = {Nanshin-r{\=o}n, Sejarah, dan Islam di Jepang},
             url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/29794/},
        abstract = {Nanshin-r{\=o}n dan Hokushin-r{\=o}n merupakan gagasan/pemikiran dari
kaumintelektual Jepang pada awal abad 19 M. Dengan adanya gagasan Nanshinr{\=o}n
(perluasan ke arah selatan) yang merupakan bentuk ekspansi ini turut
mengemban tujuan pembangunan imperium Jepang di seluruh Asia dengan
berlandaskan konsep hakk{\=o} ichiu (menguasai seluruh dunia di bawah kekuasaan
Jepang).Jepang mulai bersikap agresif terhadap wilayah terdekat disekitarnya
seperti Cina dan Korea, selain itu Jepang juga melirik negara-negara Asia
Tenggara. Wilayah jajahannya tersebut terdapat komunitas Muslim. Untuk
menduduki wilayah yang berada di Asia Tenggara, Jepang mengambil perhatian
umat Islam dengan menggunakan politik Nanshin-r{\=o}n sebagai persiapan
mengambil hati negara-negara Muslim tersebut. Ketika menjalankan politik
Nanshin-r{\=o}n inilah merupakan salah satu jalan mengenalkan Islam di Jepang.
Oleh karena itu, penulis merumuskan beberapa pertanyaan, yaitu: 1.Mengapa
Jepang memberlakukan Kebijakan Nanshin-r{\=o}n dan apa yang
melatarbelakanginya? 2.Bagaimana perkembangan Kebijakan Nanshin-r{\=o}n dalam
politik Jepang? 3.Apa saja pengaruhnya bagi Islam di Jepang?
Untuk penelitian ini menggunakan Teori Difusi Kebudayaan dan
Pendekatan Politik. Teori Difusi Kebudayaan, teori ini untuk menganalisis
penyebaran kebudayaan-kebudayaan asing (terutama westernisasi) yang masuk ke
Jepang sejak masa Restorasi Meiji. Adapun Pendekatan Politik digunakan untuk
menganalisis dinamika perkembangan dan pengaruh Kebijakan Politik Nanshinr{\=o}n
bagi pemerintah Jepang dan bagi Islam di Jepang selama tahun 1926-1960M.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi
tahap heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi.
Adapun hasil dari penelitian ini adalah Kebijakan Politik Nanshin-r{\=o}n
yang dilaksanakan sejak masa Meiji hingga Showa terjadi perubahan-perubahan
tujuan yang menjadikan Jepang berambisi menguasai Asia. Dengan adanya
Kebijakan Politik Nanshin-r{\=o}n, Jepang mengenal negara-negara yang mayoritas
Muslim merasa terjajah oleh bangsa Barat. Berbagai cara termasuk mendekati
negara-negara mayoritas Muslim tersebut dengan harapan mendapat dukungan
untuk menghadapi bangsa Barat dalam Perang Dunia. Jepang turut mengirimkan
delegasinya untuk melakukan perundingan-perundingan dengan tokoh-tokoh
nasional maupun tokoh keagamaan menjanjikan kemerdekaan bagi negara Asia
asalkan membantu pihak Jepang dalam perang. Melalui cara tersebut, Islam turut
masuk dan berkembang di negara Jepang.}
}