%0 Thesis
%9 Skripsi
%A ABDUL FARIZ AZIZI, NIM: 13410100
%B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
%D 2018
%F digilib:30666
%I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
%K Nilai Kepemimpinan, Kompetensi Kepemimpinan
%P 140
%T NILAI-NILAI KEPEMIMPINAN ISLAM DALAM AL-QUR’AN DAN  RELEVANSINYA DENGAN KOMPETENSI KEPEMIMPINAN GURU  PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
%U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/30666/
%X Latar belakang penelitian ini adalah pada zaman ini, tuntutan menjadi  seorang pemimpin yang menjadi suritauladan yang baik untuk masyarakat  sangatlah dibutuhkan di masyarakat pada era sekarang. Sebagai seorang guru  agama, ia dituntut untuk memenuhi kompetensi kepemimpinannya, karena  seorang guru agama bukan hanya menjadi seorang pendidik saja tetapi ia juga bisa  sebagai tokoh agama di masyarakat yang mengerti agama secara lebih. Dalam  surah al- Baqarah ayat 30, al-Maidah ayat 51-53 dan al-Kahfi ayat 83-90  menjelaskan bahwa nilai-nilai pemimpin yang terkandung ayat tersebut yaitu  harus memiliki akhlak yang mulia, cinta kasih sayang, memberikan motivasi,  pelindung serta toleran terhadap masyarakat, memiliki emosi yang stabil, dan  memiliki keterampilan sosial. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana  nilai-nilai kepemimpinan islam dalam surah al-Baqarah ayat 30, al-Maidah ayat  51-53, al-Kahfi ayat 83-90 dan bagaimana relevansinya dengan kompetensi  kepemimpinan guru Pendidikan Agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui nilai-nilai kepemimpinan dalam surah al-Baqarah ayat 30, al-Maidah  ayat 51-53, al-Kahfi ayat 83-90 dan relevansinya dengan kompetensi  kepemimpinan guru Pendidikan Agama Islam.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research).  Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi. Metode analisis data  dalam penelitian ini dengan menggunakan metode analisis isi (Content Analisys)  yaitu dengan memberikan pengertian pada isi tersebut dan makna terhadap datadata  yang berhasil dikumpulkan sehingga bisa ditarik kesimpulan.  Hasil penelitian menunjukan: pertama, larangan menjadikan non muslim  sebagai pemimpin masyarakat muslim, kedekatan pemimpin terhadap  masyarakatnya, menjadikan pemimpin yang baik yang dapat menangkap aspirasi  masyaraktnya, sebagai pemimpin harus bisa merangkul masyarakatnya secara adil  walaupun beda agama, harus memiliki akhlak yang mulia, cinta kasih sayang,  memberikan penolong dan pelindung, toleran. Kedua, relevansinya dengan  kompetensi kepemimpinan guru Pendidikan Agama Islam, yakni: (1) kemampuan  membuat perencanaan pembudayaan pengamalan ajaran agama dan perilaku  akhlak mulia, (2) kemampuan mengorganisasikan potensi unsur sekolah secara  sistematis, (3) kemampuan menjadi innovator, motivator, fasilitator, pembimbing  dan konselor, (4) kemampuan menjaga, mengendalikan dan megarahkan  pembudayaan pengamalan ajaran agama dan menjaga keharmonisan hubungan  antar pemeluk agama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
%Z Dr. H. Maragustam, MA