@mastersthesis{digilib30701, month = {February}, title = {PERLINDUNGAN HUKUM BAGI INVESTOR SAHAM SYARIAH YANG DELISTING DARI DAFTAR EFEK SYARIAH (PERSPEKTIF MA DIAJUKAN KEPADA PROGRAM STUDI MAGISTER HUKUM ISLAM FAKULTAS SYARI?AH DAN HUKUM UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKRTA UNTUK MEMENUHI SALAH SATU MEMPEROLEH GELAR MAGISTER HUKUM ISLAM Dr. SRI WAHYUNI, S.Ag., M.Ag., M.Hum. FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA MASHLAHAH) TESIS}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {1620310078 ADRIANDI KASIM, S.HI}, year = {2018}, note = {Dr. Sri Wahyuni, S.Ag, M.Ag, M.Hum}, keywords = {Perlindungan Hukum, Delisting, Daftar Efek Syariah, Ma{\d s}la{\d h}ah, Pasar Modal Syariah.}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/30701/}, abstract = {Pada penelitian ini, penulis memfokuskan pada efek syariah yang diterbitkan melalui Daftar Efek Syariah (DES) pada indeks syariah Bursa Efek Indonesia. Indeks syariah yang dimaksud adalah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yaitu indeks dari seluruh saham syariah yang tercatat di bursa efek. Untuk dapat disebut sebagai saham syariah, perusahaan penerbit harus melalui proses screening yang dilakukan oleh OJK. Setelah sahamnya tercatat sebagai saham syariah, kemudian OJK akan melakukan evaluasi Daftar Efek Syariah sesuai standar kesyariahan, apabila saham yang tercatat dinyatakan tidak syariah lagi oleh OJK, maka saham tersebut dikeluarkan (delisting) dari Daftar Efek Syariah. Setelah dicabutnya status emiten sebagai perusahaan tercatat (delisting) maka emiten tidak lagi memiliki kewajiban sebagai perusahaan tercatat, maka timbul permasalahan baru dimana apabila suatu perusahaan dinyatakan delisting maka otomatis investor tidak dapat bertransaksi lagi, dan hal ini akan merugikan nasib uang investor yang memegang saham, dengan demikian nasib investor publik semakin tidak jelas kelanjutannya. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research), sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan yuridis-filosofis, pendekatan yuridis yaitu penelitian dengan mengkaji pada peraturan perundang-perundangan yang menjadi dasar hubungan hukum serta literatur-literatur yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas dalam penelitian. Sementara Pendekatan Filosofis (u{\d s}ul fiqh) yang menggunakan teori ma{\d s}la{\d h}ah sebagai pisau (alat) analisis. Penelitian ini menemukan dua hasil penelitian penting. Pertama, perlindungan hukum yang diberikan oleh OJK selaku regulator Pasar Modal di Indonesia kepada investor saham syariah terkait saham yang sudah dibeli dinyatakan tidak syariah lagi oleh OJK dan oleh karena itu saham tersebut dikeluarkan dari Daftar Efek Syariah yang mengakibatkan saham tersebut tidak bisa ditransaksikan lagi melalui SOTS, dalam hal ini OJK memberikan dua pilihan kepada investor yaitu segera menjual saham yang dimiliki kepada perusahaan yang menerbitkan efek tersebut, atau membuka rekening saham konvensional. Dengan demikian nasib uang para investor menjadi jelas dan tetap terlindungi. Kedua, ditinjau dengan ma{\d s}la{\d h}ah perlindungan hukum atas risiko bagi investor terhadap saham syariah suatu emiten yang delisting dari DES yang ditetapkan oleh OJK sebagai regulator pasar modal di Indonesia telah memenuhi prinsip dasar kemaslahatan dalam Islam.} }