%A HAIRI NIM. 04541592 %O Pembimbing : Dr. H. Muhammad Amin, Lc. MA %T FENOMENA PERNIKAHAN DI USIA MUDA DI KALANGAN MASYARAKAT MUSLIM MADURA (Studi Kasus di Desa Bajur Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan) %X ABSTRAK Fenomena pernikahan di usia muda saat ini mulai hangat lagi dibicarakan, termasuk juga pernikahan yang terjadi di Desa Bajur Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan. Pernikahan disana seakan-akan mudah sekali untuk dilaksanakan, baik dari orang yang sudah mampu maupun yang belum mampu untuk melaksanakan asalkan sudah ada niat dan berani untuk bertanggung jawab, pernikahan di usia muda di Desa Bajur tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor tradisi yang diwarisi oleh nenek moyang mereka terdahulu disamping juga sistem perjodohan sejak usia anak-anak masih tetap dilakukan. Pernikahan di usia muda adalah ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai suami istri dengan tujuan untuk membentuk rumah tangga (keluarga) bahagia dan kekal. Dimana calon suami harus sudah mampu dan siap, baik jiwa maupun raganya untuk melangsungkan pernikahan agar supaya dapat mewujudkan tujuan pernikahan secara baik tanpa berakhir pada perceraian dan agar mendapatkan keturunan yang baik dan sehat. Untuk itu harus dicegah adanya pernikahan antara calon suami dan istri yang belum siap untuk melangsungkan ikatan pernikahan. Penelitian ini berusaha mengungkap persepsi masyarakat Muslim Madura Desa Bajur terhadap pernikahan di usia muda dan faktor-faktor yang menimbulkan terjadinya pernikahan di usia muda. Latar belakang penelitian ini adalah mengingat besarnya persentase angka pernikahan di bawah umur dan minimnya angka perceraian pernikahan di usia muda yang terjadi di Desa Bajur Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan pengumpulan datanya dilakukan dengan melalui teknik wawancara, observasi. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yaitu bahwa pernikahan di usia muda di Desa Bajur Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan disebabkan oleh faktor ekonomi faktor pendidikan faktor agama faktor tradisi faktor orang tua dan bahkan memang ada faktor dari anak itu sendiri yang berkeinginan untuk menikak. Dengan adanya pernikahan di usia muda seringkali memunculkan suasana kehidupan keluarga yang tidak mengalami kebahagiaan, sebagian besar dari pasangan yang melakukan pernikahan di usia muda memutuskan untuk melakukan perceraian dengan alasan ketidak cocokan dengan pasangan tersebut, ketidak harmonisan dalam rumah tangga, dan kesulitan pemenuhan dalam segala kebutuhan rumah tangga. Namun kebanyakan dari masyarakat Desa Bajur menganggap nikah di usia muda merupakan suatu jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadi untuk melangsungkan suatu ikatan pernikahan perlu dipersiapkan secara matang agar pernikahan tersebut mencapai pada kehidupan keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah. %K Fenomena, Pernikahan, Usia Muda, Masyarakat Muslim, Madura %D 2009 %I UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta %L digilib3166