%A NIM. 13250078 SUZANA NURJAYA WIDIASTUTI
%O Dr. Arif Maftuhin, M.Ag., M.A.I.S.
%T MEMBANGUN KAWASAN INKLUSIF:


STUDI KASUS PROGRAM KECAMATAN INKLUSI KARANGANOM KLATEN
%X Penelitian skripsi ini membahas mengenai kecamatan inklsui yang ada di kecamatan Karanganom. 
Inklusi merupakan bentuk keterbukaan bagi semua masyarakat tanpa menjadikan perbedaan latar 
belakang sebagai suatu masalah. Penelitian ini didasari banyaknya kasus difabel yang dipandang 
negatif oleh masyarakat dan belum terpenuhinya hak- haknya serta undang-undang desa No. 6 tahun 
2014 yang menjadi dasar adanya desa inklusi. Adanya undang-undang tersebut menjadi tujuan suatu 
wilayah inklusi yang ramah terhadap semua perbedaan salah satunya adalah difabel serta adanya 
inklusi center yang menjadi pusat kegiatan di  Kecamatan Karanganom.  Pihak kecamatan  juga akan 
membangun gedung untuk kegiatan ICKK di belakang kantor kecamatan dan menjadi salah satu program 
prioritas di Jawa Tengah. Berangkat dari keunikan Kecamatan Karanganom ini maka penulis mencoba 
mengkaji seberapa inklusif kecamatan Karanganom yang telah mendeklarasikan sebagai Kecamatn 
inklusi.

Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian deskriptif kualitatif atau 
penelitian lapangan yaitu data yang dijadikan rujukan menggunakan metode observasi, wawancara serta 
dokumentasi. Selanjutnya, menganalisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan 
penarikan kesimpulan. Teknik validitas data yang dilakukan penulis menggunakan triangulasi data 
dengan membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.

Hasil penelitian yang telah dilakukan penulis menunjukkan bahwa kecamatan Karanganom yang telah 
mendeklarasikan sebagai kecamatan inklusi ini sudah termasuk inklusi hanya saja belum maksimal. Hal 
ini dapat dilihat dari keterlibatan masyarakat difabel dalam partisipasi sosial salah satunya 
kegiatan inklusi center dan partisipasi politik, layanan hak yang sudah diberikan oleh pemerintah 
daerah kecamatan Karanganom, serta sikap inklusif masyarakat yang sudah memiliki pemahaman tentang














































xi








difabel dan tidak lagi menganggap difabel sebagai pandangan yang negatif. Namun, yang dikatakan 
belum maksimal ini terlihat belum semua bangunan yang ada di kecamatan Karanganom khususnya desa 
Beku, desa Jambeyan dan desa Jeblog belum aksesibel. Hal ini dikarenakan masih terkendala biaya.
%K Kecamatan inklusi, Partisipasi, Aksesibilitas, Ketersediaan
Layanan Hak, Sikap Inklusif, Difabel
%D 2018
%I UIN  SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
%L digilib32842