%0 Thesis %9 Skripsi %A USWATUN HASANAH, NIM. 14490104 %B FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2018 %F digilib:33558 %I UIN SUNAN KALIJAGA %K Kepemimpinan Madrasah, Perspektif Mashlahah murshalah %P 167 %T KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA DALAM PERSPEKTIF MASHLAHAH MURSHALAH DI MI SANANUL ULA PIYUNGAN %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/33558/ %X Salah satu tugas pokok kepala sekolah adalah sebagai pemimpin. Kemampuannya dalam memimpin dapat dianalisis dari beberapa faktor, yaitu kepribadian, keterampilan, dan pengambilan keputusan. Dalam pengambilan keputusan, kepala sekolah harus mempertimbangkan maslahah dan mafsadatnya. Meskipun pada dasarnya setiap pemimpin memiliki upaya dan kendala yang berbeda selama proses kepemimpinannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data dengan cara reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dengan cara trianggulasi data dan sumber yaitu dengan cara mendapatkan data dari sumber yang berbeda namun menggunakan teknik yang sama. Tujuannya adalah untuk mengetahui keakuratan data dari yang diperoleh peneliti dari lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan madrasah MI Sananul Ula dalam perspektif Maqoshid Syari’ah dan bagaimana pola kepemimpinan MI Sananul Ula dalam menerapkan kaidah-kaidah Mashlahah murshalah. Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, pola kepemimpinan kepala madrasah adalah kepemimpinan demokratis. Yaitu dengan memiliki sikap keterbukaan dalam setiap program kegiatan untuk mendukung perkembangan lembaga. Sedangkan penerapan kaidah mashlahah Murshalah yaitu dengan adanya bentuk dan kegiatan yang dapat mendukung dalam penjagaan adharuriyah alkhams (agama, jiwa, akal, keturunan dan harta) serta kepatuhan kepemimpinan lembaga pendidikan Islam pada ketetapan syari’ah dengan menjalankan nilai-nilai maqoshid syari’ah(tujuan hukum Islam) berupa keadilan, demokratis, kebebasan dan kebersamaan. Semangat lembaga pendidikan Islam yang berjalan/ mengajak para stakeholder untuk mencapai tujuan utama kehidupan yaitu falah merupakan suatu keniscayaan yang perlu dijalankan dengan cara yang moderat dan adil, mengambil dari dua sisi secara seimbang yang bisa dilakukan oleh para stakeholder tanpa kesulitan dan kelemahan. %Z Muhammad Qowim, M.Ag.,