relation: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/33790/ title: PEMAHAMAN PESERTA BPJS KESEHATAN DI KABUPATEN SLEMAN TERHADAP PEMBAYARAN DJS (DANA JAMINAN SOSIAL) UNTUK TABARRU’ creator: AHMAD HUJAJ NURROHIM, NIM. 1620310008 subject: Ekonomi Syariah description: Salah satu akad modern yang berlaku di masyarakat adalah asuransi BPJS Kesehatan yang beroperasi sejak 1 Januari 2014. Model bisnis BPJS Kesehatan adalah asuransi. Para peserta wajib membayar Dana Jaminan Sosial (DJS) atau premi setiap bulannya. Himpunan DJS dan hasil pengembangannya dikelola oleh BPJS Kesehatan untuk pembayaran manfaat kepada peserta dan pembiayaan operasional penyelenggaraan program jaminan sosial. Namun yang terjadi di masyarakat Kabupaten Sleman, banyak peserta BPJS Kesehatan membayar DJS untuk bukan untuk asuransi melainkan untuk tabarru‟ (sosial), meski masih berharap ketika sakit pengobatannya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hal ini menyebabkan terjadinya perbedaan akad antara penyelenggara dan peserta BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara mendalam pengetahuan pemahaman peserta BPJS di Kabupaten Sleman terhadap pembayaran DJS untuk tabarru‟. Penelitian ini menarik karena sebagian masyarakat belum memahami akad dalam BPJS Kesehatan secara benar, sehingga mereka membayar DJS untuk tabarru‟ saja. Penulisan ini bisa dijadikan pegangan bagi para peserta BPJS untuk mengikuti program tersebut secara benar dan tidak menyimpang dari akad yang sebenarnya. Penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan). Sumber data primer diambil dari peserta BPJS Kesehatan Sleman dengan menggunakan purposive sampling. Adapun data sekunder diambil dari literatur yang terkait dengan pambahasan tesis ini. Terdapat dua teori yang menjadi landasan penelitian ini, yaitu teori akad dan teori kaidah fikih untuk menganalisis pemahaman peserta BPJS Kesehatan terhadap pembayaran DJS untuk tabarru'. Penulis menyimpulkan bahwa mayoritas dari peserta BPJS Kesehatan di kabupaten Sleman memahami pembayaran DJS/premi untuk sosial atau tabarru‟, bukan untuk asuransi. Tabarru‟ yang mereka pahami adalah membayar DJS/premi untuk membantu pengobatan peserta lain. Para peserta mengikhlaskan DJS/premi jika tidak mengalami sakit atau biaya pengobatannya lebih kecil dari DJS/premi yang dibayarkan. Namun tabarru‟ yang mereka berikan bukanlah murni tabarru‟, karena mereka memberikannya sebagai kewajiban bagi diri sendiri serta keluarganya yang tercantum di KK (Kartu Keluarga).. Secara akademik, penulisan ini turut berkontribusi dalam pengembangan khazanah keilmuan Islam tentang masalah-masalah kontemporer, khususnya program BPJS Kesehatan serta pemahaman masyarakat terhadapnya. Penulisan ini juga dapat digunakan sebagai referensi bagi penulis-penulis berikutnya, sehingga kajian hukum Islam dapat selalu berkembang sepanjang masa. date: 2018-05-31 type: Thesis type: NonPeerReviewed format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/33790/1/1620310008_BAB-I_V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/33790/2/1620310008_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf identifier: AHMAD HUJAJ NURROHIM, NIM. 1620310008 (2018) PEMAHAMAN PESERTA BPJS KESEHATAN DI KABUPATEN SLEMAN TERHADAP PEMBAYARAN DJS (DANA JAMINAN SOSIAL) UNTUK TABARRU’. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.