%0 Thesis %9 Skripsi %A MIFTAKHURROKHMAH, NIM. 14640036 %B FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI %D 2018 %F digilib:34171 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Limbah cair tahu, peningkatan N,P,dan K, pupuk organik cair, tanaman krinyuh %P 74 %T PENINGKATAN KADAR N, P, DAN K PADA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BERBAHAN DASAR LIMBAH CAIR TAHU DENGAN PENAMBAHAN TANAMAN KRINYUH (CHROMOLAENA ODORATA) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/34171/ %X Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus akan menyebabkan kerusakan tanah baik sifat fisik, kimia, maupun biologi. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif pengganti pupuk anorganik. Limbah cair tahu berpotensi untuk digunakan sebagai pupuk alternatif pengganti pupuk anorganik. Penambahan tanaman krinyuh (Chromolaena odorata) diharapkan dapat meningkatkan unsur hara pada pupuk dikarenakan memiliki kandungan N, P, dan K cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi tanaman krinyuh dan limbah cair tahu agar dapat meningkatkan kadar N, P, dan K juga mengetahui pengaruh waktu fermentasi limbah cair tahu dengan penambahan tanaman krinyuh terhadap kadar N, P, dan K. Metode yang digunakan dalam pengukuran kadar nitrogen dengan metode kjeldahl, sedangkan pengukuran kadar fosfor dan kalium dengan menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitan ini menunjukkan adanya perbedaan kadar N, P, dan K pada setiap perlakuan yang terjadi dikarenakan perbedaan massa daun krinyuh yang digunakan dan waktu fermentasi yang berbeda. Peningkatan kadar N yang efektif terdapat pada sampel B2 (10 gram daun krinyuh dengan waktu fermentasi 7 hari) sebesar 0,14%. Peningkatan kadar P yang efektif terdapat pada sampel A3 (20 gram daun krinyuh dengan waktu fermentasi selama 4 hari) sebesar 0,06%. Peningkatan kadar K yang efektif terdapat pada sampel A3 (20 gram daun krinyuh dengan waktu fermentasi 4 hari) sebesar 0,14%. Formulasi tanaman krinyuh yang digunakan agar dapat meningkatkan kadar N, P, dan K sebanyak 10 gram untuk kadar N dan 20 gram untuk kadar P juga K, sedangkan untuk waktu fermentasi yang optimal pada proses pembuatan pupuk adalah selama 4 hari untuk meningkatkan kadar N sedangkan 20 hari untuk mengingkatkan kadar P dan K. %Z Muhammad Wisnu, M. Biotech