@phdthesis{digilib36370, month = {March}, title = {PANDANGAN EKSISTENSIALISME TENTANG EKSISTENSI MANUSIA}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM. 99512870 GUSTI MUHAMAD SHADIQ}, year = {2006}, note = {Drs. H. Muzairi M.A,}, keywords = {eksistensialisme, eksistensi manusia}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/36370/}, abstract = {Manusia kembali diangkat menjadi sentral utama, menyangkut realitas realitas hidupnya dan pengalaman-pengalaman langsung dalam menjalani eksistensinya. Manusia dipandang terbuka, dalam artian manusia adalah realitas yang belum selesai dan masih harus dibentuk. Pada hakikatnya manusia memiliki keterikatan pada dunia sekitamya, terlebih lagi dengan manusia lainnya. Pemikiran pokok dalam pembahasan eksistensi disini lebih menyangkut pada permasalahan bagaimana cara manusia berada didunia, cara manusia yang sadar akan keberadaannya serta keberadaan yang lainnya, dan menjelaskan bahwa manusia '"bereksistensi". Eksistensialisme adalah sebuah ekspresi dari perubahan dan pembaharuan dalam dunia filsafat pada masa itu. Eksistensi manusia ditempatkan sebagai tema utama yang menjadi pokok pemikirannya., semua gejala yang ada pada manusia berpangkal pada eksistensi. Eksistensi bukanlah hasil atau obyek dari berpikir secara abstrak atau pengalaman kognitif, akan tetapi merupakan eksistensi atau pengalaman langsung yang bersifat pribadi dalam batin individu, yang ditegaskan dengan istilah eksistensi mendahului essensi. Eksistensialisme, sebagai gerakan filsafat yang memberikan tekanan penting pada eksistensi individu yang kongkrit, kebebasan dan pilihan-pilihan yang dihadapi oleh manusia dalam kehidupannya, sebagi tema utama. Ide eksistensialisme pertama kali diperkenalkan oleh Soren Aabaye Keirkegaard, seorang filsuf Denmark pada abad 19. kemudian dikuti oleh pemikir-pemikir lainnya pada abad 20, seperti Martin Heidegger, Gabriel Marcel, Karl Jaspers, Jean Paul Sartre dan lain-lain. Sejak lama penulis tertarik pada eksistensialisme, Karena pandangan ekisitensialisme sangat berkaitan erat dengan pencarian makna hidup yang selalu yang selalu menjadi pergulatan setiap manusia. Dan melalui skripsi ini pula penulis menawarkan refleksi kehidupan dan undangan untuk menjadi diri sendiri melalui pemikiran Filsafat eksistensialisme.} }