eprintid: 36413 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 111 dir: disk0/00/03/64/13 datestamp: 2019-08-21 03:59:15 lastmod: 2019-08-21 03:59:15 status_changed: 2019-08-21 03:59:15 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Baidowi, NIM: 01540832-00 title: PEMAKNAAN BAROKAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP RELASI SOSIAL KYAI DENGAN SANTRI DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (LPI) DARUL ULUM PP. BANYUANYAR PAMEKASAN MADURA ispublished: pub subjects: SA divisions: jur_soa full_text_status: restricted keywords: Barokah, relasi sosial note: Prof. Dr. HM. Amin Abdullah, abstract: "Barokah" sebagai sebuah orientasi kehidupan di pesantren dimaknai secara beragam oleh para santri sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Pemaknaan tersebut mengarah pada sebuah anggapan bahwa kyai merupakan perantara untuk mendapatkan barokah Ilahi. Maka wajarlah jika pada masyarakat tertentu (Madura), kepatuhan mereka kepada figur kyai jauh melebihi kepatuhannya pada pejabat, birokrasi atau institusi negara. Karena orientasi inilah, maka segala aktivitas (belajar-mengajar) di pesantren tidak lepas dari orientasi pencapaian barokah. Orientasi tersebut terekspresikan dalam pencarian ilmu di pesantren yang "hanya" diorientasikan pada Thalab al-Barokah bukan Thalab at­ Ibn. Pemaknaan tentang barokah, secara langsung berimplikasi pada realitas keseharian. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis tertarik mengangkat fenomena ini dan mengambil judul "Pemaknaan Barokah dan Implikasi Terhadap Relasi Sosial Kyai Dengan Santri" Di LPI Darul Ulum PP. Banyuanyar Pamekasan Madura Jatim" dengan rumusan masalah sebagai berikut; bagaimanakah pemaknaan santri LPI Darul Ulum terhadap barokah dan bagaimanakah implikasinya terhadap relasi sosial kyai dengan santri? Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui; observasi partisipasi, interview, dan dokumentasi . Analisa yang digunakan adalah analisis deskriptif interpretatif . Sebagai · landasan teori penulis menggunakan etnometodologi Harold Grafinkel. Menurut teori ini, individu (aktor) bukanlah "si dungu budaya", melainkan ikut bertindak, memaknai, menafsirkan dan membentuk realitas . Idealnya, warisan konstruksi tersebut akan dijadikan referensi bagi santri dalam memaknai barokah yang tersusun dengan "skema interpretasi" yakni berupa pengetahuan bersama para aktor yang merupakan bagian dari masyarakat. Skema interpretasi ini digunakan oleh para santri dalam memaknai barokah. Tentunya, tata cara pemaknaan sesuai dengan kebiasaan yang berlaku dalam sebuah komunitas masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa barokah dimaknai secara beragam oleh para santri. Keragaman pemaknaan ini berdasarkan tingkat pengetahuan yang dimiliki. Walaupun demikian, pcmaknaan yang diberikan masih berada dalam frame pemaknaan yang telah membudaya di LPI Darul Ulum PP. Banyuanyar. Untuk mendapatkan barokah tersebut, santri akan melakukan beberapa hal; mematuhi dan membantu kyai, mematahui peraturan pesantrn, istiqomah, belajar giat dan pergi ke congkop. Kyai dipahami sebagai sosok yang mampu menjadi perantara mendapatkan barokah tersebut. Maka, dalam segala tindak-tanduknya santri selalu takut dan hormat kepada kyai dan keluarganya. Akibatnya, relasi yang teijalin adalah bersifat patron-klien. date: 2005-12-13 date_type: published pages: 138 institution: UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Baidowi, NIM: 01540832-00 (2005) PEMAKNAAN BAROKAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP RELASI SOSIAL KYAI DENGAN SANTRI DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (LPI) DARUL ULUM PP. BANYUANYAR PAMEKASAN MADURA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/36413/1/BAB%20I%2C%20V%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/36413/2/BAB%20II%2C%20III%2C%20IV.pdf