@phdthesis{digilib37071,
           month = {July},
           title = {K-MEANS CLUSTERING UNTUK KATEGORISASI CUACA
(STUDI KASUS: CUACA DI WILAYAH BANDUNG,
SEMARANG, DAN SURABAYA},
          school = {UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta},
          author = {NIM. 15650033 ANDRI PUJI PRASETIYO},
            year = {2019},
            note = {Muhammad Didik Rohmad Wahyudi, S.T., MT.,},
        keywords = {K-Means Clustering, silhouette coefficient, Cuaca},
             url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/37071/},
        abstract = {Informasi merupakan hal yang sangat berguna dalam berbagai aspek kehidupan
termasuk diantaranya adalah informasi pemetaan cuaca. Hal ini karena
pengetahuan tentang pemetaan cuaca dapat berguna dalam berbagai aktivitas kehidupan
seperti keselamatan masyarakat, sosial ekonomi, produksi pertanian, perkebunan,
perikanan, penerbangan, dan sebagainya dalam suatu daerah. Namun demikian,
informasi cuaca tersebut belum disajikan secara spesifik. Oleh karena itu,
perlu adanya otomatisasi pengkategorian cuaca untuk melakukan pemetaan cuaca
agar informasi yang diperoleh lebih spesifik dan dapat bermanfaat bagi masyarakat
suatu daerah.
Penelitian ini mengambil sampel cuaca dari data cuaca wilayah Bandung,
Semarang, dan Surabaya dari tahun 2010 sampai dengan 2018 sebanyak 9.864 data
untuk diklasterisasi secara otomatis menggunakan teknik clustering. Metode clustering
yang digunakan adalah K-Means Clustering yang bertujuan untuk mencari
jumlah cluster terbaik dari beberapa atribut cuaca. Atribut cuaca tersebut meliputi
temperatur minimum, temperatur maksimum, temperatur rata-rata, kelembaban
rata-rata, curah hujan, kecepatan angin maksimum, kecepatan angin rata-rata.
Berdasarkan hasil pennelitian yang dilakukan pada kategorisasi cuaca di wilayah
Bandung, Semarang, dan Surabaya. Disimpulkan pengelompokan menggunakan
metode K-Means Clustering dengan penentuan jumlah cluster 4 dari ketiga
wilayah tersebut setelah dilakukan evaluasi silhouette coefficient dengan jumlah k
2,3,4,5 dan 6 mendapatkan hasil jumlah cluster terbaik untuk klasterisasi cuaca wilayah
Bandung yaitu sebanyak 4 cluster dengan nilai rata-rata silhouette coefficient
sebesar 0.216555, untuk klasterisasi cuaca wilayah Semarang yaitu sebanyak 5 cluster
dengan nilai rata-rata silhouette coefficient sebesar 0.243332, sedangakan untuk
klasterisasi cuaca wilayah Surabaya mendapatkan sebanyak 4 cluster dengan nilai
rata-rata silhouette coefficient sebesar 0.209312}
}