%A NIM. 17200010172 Mohammad Nurun Nada %O Dr. Ali Sodiqin, M.Ag %T KONSTRUKSI MAQASID SYARIAH DALAM RELASI NALAR FIKIH DAN TASAWUF Studi Pemikiran Abd. Wahab Asy-Sya’rani %X Dominasi nalar fikih, maupun tasawuf berpengaruh terhadap tereduksinya konsep syariat. Hal ini berimplikasi terhadap terkonstruksinya maqāṣid syarīah pada salah satu aspek tersebut. Dalam konteks inilah Abd. Wahab asy-Sya‟rani mewacanakan relasi antara nalar fikih dan tasawuf, serta mengkonstruksi maqāṣid syarīah pada relasi nalar fikih dan tasawuf secara metodologis. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konstruksi relasi nalar fikih dan tasawuf, serta pemetaan maqāṣid syarīah menurut Abd. Wahab asy-Sya‟rani. Maka penulis menggunakan, turaṣ analysis, yang secara operasional meliputi tiga tahap, yakni: pendekatan strukturalis, analisis historis dan kritik ideologi. Adapun hasilnya, relasi antara nalar fikih dan tasawuf secara metodologis terletak pada konstruksi wacana mīzān. Konsep mīzān meniscayakan adanya relasi nas, analitis dan mukāsyafah pada tataran sumber dan validitas, metode, subjek dan objek syariat. Relasi ini termanifestasi pada beberapa fungsi, yakni: fungsi moderat, pemersatu/ketersambungan, dan klarifikatif. Adapun pemetaan Maqāṣid asy-Syarī’ah dalam relasi nalar fikih dan tasawuf menurut Abd. Wahab asy-Sya‟rani dapat dipetakan menjadi dua, yakni Maqāṣid asy-Syarī’ah pada tataran ṡawābit (gāyah) dan mutaḥawwilah (wasāil). Maqāṣid asy-Syarī’ah pada tataran ṡawābit dipetakan menjadi 2, yakni: addu’āfā’ dengan tujuan ma’rifat rahmah Allah (mengenal kasih sayang Allah), sedangkan al-Aqwiyā’ dengan tujuan ma‟rifat Allah. Adapun maqāṣid pada tataran wasāil dipetakan menjadi tiga, yakni: Wasāṭiyyah, Ittiṣāliyyah, serta Istiqrāiyyah bi al-Manāhij at-Ta’āwwuniyah. %K Nalar, asy-Sya’rani, Maqāṣid asy-Syarī’ah %D 2019 %I UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib37156