@mastersthesis{digilib37160, month = {August}, title = {HERMENEUTIKA PEMBEBASAN: Epistemologi Tafsir Ayat-ayat Pembebasan Asghar Ali Engineer}, school = {UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM. 17200010179 Lub Liyna Nabilata}, year = {2019}, note = {Dr. Munirul Ikhwan, Lc., MA}, keywords = {Hermeneutika Pembebasan, Epistemologi dan Ashgar Ali Engineer}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/37160/}, abstract = {Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui epistemologi hermeneutika pembebasan yang diusung oleh Asghar Ali Engineer sebagai solusi untuk merefleksikan teks terhadap realitas sosial. Engineer telah mengeksplorasi nilai pembebasan dan revolusioner dalam ayat-ayat Al-Qur?an. Menurutnya bahwa semua ayat-ayat Al-Qur?an memiliki nilai pembebasan untuk yang tertindas. Melalui hermeneutika pembebasan Asghar Ali Engineer memposisikan Al-Qur?an agar manusia sesuai dengan kapasitas kemanusiaanya; yakni terkait dengan hubungannya antar sesama, tugasnya di dunia, kedudukannya dalam sejarah, perannya dalam membangun sistem sosial dan politik serta dalam mengajukan alternatif melalui metode analisis pengalaman yang membawa kepada makna teks bahkan realitas itu sendiri. Dari teori episteme dalam filsafat Michel Foucault yang digunakan untuk mengkaji penafsiran Engineer ini, dapat diketahui konteks pemikirannya untuk menafsirkan ayat-ayat pembebasan, bangunan epistemologi hermeneutika pembebasan serta otoritas penafsirannya. Penelitian ini adalah kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif dengan menjadikan bahan-bahan tertulis sebagai data-datanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analisis, yaitu mencoba mendeskripsikan konstruksi epistemologi tafsir ayat-ayat pembebasan dari pemikiran Asghar Ali Engineer dengan menganalisa secara kritis dari beberapa karyanya. Sedangkan pendekatan yang penulis gunakan adalah historis-filosofis yang berfungsi untuk; (a) menganalisis teks itu sendiri, (b) meruntut akar-akar historis secara kritis latar belakang Engineer mengapa ia mengusung gagasan hermeneutika pembebasan, (c) menganalisa kondisi sosio-historis yang melingkupi Engineer dan menemukan struktur bangunan dasar dari pemikiran Engineer yang sesuai dengan sosio-historisnya. Dari penelitian yang dilakukan penulis menemukan bahwa bangunan pemikiran Engineer sangat dipengaruhi oleh sosial-politik India. Ada dua metode yang digunakan dalam kerangka metodologi penafsiran Engineer, yakni metode tekstualis dan metode kontektualis. Metode tekstualis Engineer yang merujuk terhadap teks (Al-Qur?an dan al-Hadits), metode kontekstualis berangkat dari realitas masyarakat. Dalam mereformulasikan tafsir pembebasannya ia mempunyai pijakan teoritik yang kuat, baik sudut pandang teologis, sosiologis, dan filosofis sehingga menghasilkan implikasi yang lebih revolusioner dan transformatif.} }