relation: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/37395/ title: DIMENSI KOSMIK PERKAWINAN MANUSIA MENURUT SACHIKO MURATA creator: Abdul Muhaimin, NIM. 12510002 subject: Aqidah Filsafat description: Di dalam Islam, kedudukan laki-laki terhadap perempuan oleh sebagian kalangan „dianggap‟ masih mengalami ketimpangan. Hal ini didukung oleh kenyataan bahwa Islam, paling tidak seperti yang dipahami oleh mayoritas orang Muslim, memberikan hak individu dan sosial kepada laki-laki sedangkan tidak diberikan kepada perempuan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya aturan di kalangan umat Muslim bahwa laki-laki mendapatkan harta waris dari orang tuanya dua kali bagian yang diterima saudara perempuannya, perempuan tidak diperbolehkan menjadi muadzin dan imam shalat selama masih ada laki-laki, dan dua orang perempuan yang menjadi saksi di pengadilan sama dengan satu orang laki-laki. Selain itu, dalam perkawinan dan institusi keluarga, laki-laki berperan sebagai pemimpin sekaligus berhak dalam pengambilan keputusan, serta diperbolehkan memiliki istri lebih dari satu. Anggapan mengenai adanya ketimpangan ini, didasarkan atas adanya teks/ayat al-Qur‟an yang ditafsirkan sebagai legitimasi atas hierarki hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam. Persoalan ini, dikupas tuntas secara menarik oleh seorang pemikir yang berasal dari Jepang, yakni Sachiko Murata. Sachiko Murata dalam bukunya The Tao of Islam memberi dasar argumentasi filosofis berdasarkan prinsip-prinsip kosmologi Islam mengenai hakikat relasi laki-laki dan perempuan, termasuk mengungkapkan pesan penting (hikmah ilahi) perkawinan beserta hakikatnya. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini penulis berusaha menyajikan pandangan serta ide dasar Sachiko Murata mengenai relasi laki-laki dan perempuan, dan juga dimensi kosmik perkawinan manusia. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskripsi, interpretasi dan filosofis. Pendekatan deskripsi dan interpretasi penulis gunakan untuk menganalisa alur pemikiran Sachiko Murata yang tertuang dalam bukunya The Tao of Islam. Sedangkan pendekatan filosofis penulis gunakan sebagai bentuk upaya untuk menemukan ide-ide dasar dari pemikiran Sachiko Murata, sehingga jawaban dari pokok persoalannya dapat dimengerti dan dipahami secara utuh. Penulis memperoleh kesimpulan bahwa: Pertama, relasi laki-laki dan perempuan dalam Islam menurut Murata dimaknai sebagai pola hubungan yang bersifat polar dan komplementer. Kedua, Dimensi kosmik perkawinan manusia merupakan perwujudan dari perkawinan universal dalam berbagai aras dan tataran, didasari atas hubungan vii kualitas maskulin dan feminin yang bersifat komplementer, dan bersesuaian dengan prinsip-prinsip kosmologis Islam. Ketiga, Pesan yang paling agung dalam perkawinan ini tentu saja menyangkut penyaksian yang paling sempurna dalam diri perempuan. Mengingat bahwa hanya ada sedikit Laki-laki Sejati dan Perempuan Sejati. Perkawinan hanya dapat dipahami sebatas memperoleh kesenangan melalui jalan yang telah disediakan oleh syariat. date: 2019-08-21 type: Thesis type: NonPeerReviewed format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/37395/1/12510002_BAB-I-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/37395/2/12510002_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf identifier: Abdul Muhaimin, NIM. 12510002 (2019) DIMENSI KOSMIK PERKAWINAN MANUSIA MENURUT SACHIKO MURATA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.