%0 Thesis %9 Skripsi %A TENTREM PUJI RAHAYU - NIM. 02210874, %B Fakultas Dakwah %D 2010 %F digilib:3767 %I UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta %K Budaya Dakwah Pesantren, Surat Kabar Mingguan (SKM) Minggu Pagi %T BUDAYA DAKWAH PESANTREN DALAM RUBRIK DARI PESANTREN KE PESANTREN %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3767/ %X Selama ini cukup jarang media massa, baik elektronik maupun cetak, yang memberikan ruang pemberitaan khusus tentang pesantren, kecuali di saat tertetu saja, seperti bulan Ramadhan. Oleh karena itu, jika ada media massa yang memberikan ruang khusus untuk pemberitaan tentang serta kiprah lembaga ini dalam mempertahankan dan mengembangkan aktivitas dakwah, maka hal itu cukup menarik untuk dikaji. Salah satu media yang intens memberikan ruang khusus untuk pemberitaan tentang pesantren adalah Surat Kabar Mingguan (SKM) Minggu Pagi. Penelitian ini mengambil tema Budaya Dakwah Pesantren Dalam Rubrik Dari Pesantren Ke Pesantren' Pada Surat Kabar Minggu Pagi (Periode Januari 2008-Desember 2008) . Fokus penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana penggambaran budaya dakwah pesantren pada berita-berita rubrik Dari Pesantren Ke Pesantren di Surat Kabar Minggu Pagi. Kerangka teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah tradisi pesantren menurut Zamakhsyari Dhofier, yaitu tradisi pesantren, yang selalu berusaha menyesuaikan perkembangan lembaganya dengan perubahan situasi sosial dan budaya di masyarakat, tanpa meninggalkan karakter asli pesantren. Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah Analisis Wacana. Analisis wacana disini mengikuti metode analisis wacana Teun Van Dijk. Hasil penelitian ini mengambil kesimpulan bahwa rubrik Dari Pesantren Ke Pesantren di Surat Kabar Minggu Pagi menggambarkan ada karakter khusus yang dimiliki kalangan pesantren dalam mempertahankan dan mengembangkan aktivitas dakwah lembaganya. Karakter tersebut adalah kemampuan pesantren yang berhasil menampilkan pembaharuan pada lembaganya di sektor pendidikan dan dakwah sehingga terus menarik perhatian masyarakat, dan sekaligus tetap mempertahankan karakternya sebagai lembaga dakwah dan pendidikan agama tradisional. Dengan demikian, berita-berita tentang pesantren di SKM Minggu Pagi menggambarkan, bahwa kalangan pesantren berhasil mempertemukan karakter asli budaya (tradisi)-nya dengan berbagai perubahan sosial dan budaya di masyarakat Indonesia yang semakin modern. %Z Pembimbing: DR. H. Ahmad Rifa'i, M. Phil,