@phdthesis{digilib37760,
           month = {August},
           title = {PENERAPAN SISTEM AMONG DALAM
MEMBENTUK KEMANDIRIAN PERILAKU
DAN EMOSI SANTRI PUTRI DI PONDOK
PESANTREN KRAPYAK YAYASAN
ALI MAKSUM YOGYAKARTA},
          school = {UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA},
          author = {NIM. 15490082 ANIS SOFIATI},
            year = {2019},
            note = {Dra. Wiji Hidayati, M. Ag.},
        keywords = {Pondok Pesantren, Sistem Among,
Pembimbing, Kemandirian Perilaku, Kemandirian Emosi},
             url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/37760/},
        abstract = {Sistem among, pembimbing, kemandirian, perilaku
dan emosi pada santri menjadi fokus penelitian ini.
Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Krapyak
Yayasan Ali Maksum Yogyakarta. Rumusan masalahnya
adalah bagaimanakah pembimbing menerapkan sistem
among pada santri putri dan bagaimanakah sistem among
dapat membentuk kemandirian perilaku dan emosi santri
putri Krapyak Yayasan Ali Maksum Yogyakarta.
Tujuannya yaitu untuk mengetahui penerapan sistem
among melalui pembimbing di Pondok Pesantren Krapyak
Yayasan Ali Maksum Yogyakarta dan untuk
meningkatkan sumber daya manusia dalam hal
kemandirian melalui sistem among.
Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah dengan menggunakan metode
kualitatif, pada metode ini peneliti dapat menemukan polapola
hubungan yang jelas dalam memahami interaksi
sosial dengan ikut berperan secara langsung, maka
kepastian data akan lebih meyakinkan. Adapun metode
pengumpulan data yang yang digunakan dalam penelitian
ini adalah dengan menggunakan metode wawaNcara,
observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian yang dilakukan peneliti di Pondok
Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum, sistem among
yang digunakan oleh pembimbing di Pondok Pesantren
Krapyak Yayasan Ali Maksum Yogyakarta dalam maksud
membentuk kemandirian perilaku dan emosi santri yaitu
dengan asih, asah, dan asuh. di PP. Krapyak Yayasan Ali
Maksum secara tidak langsung juga menggunakan asas
Ing ngarso sung tuladha, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani. Dalam pandangan Islam metode dalam
pendidikan yang digunakan yang sama dengan among
metode atau konsep Tut Wuri Handayani antara lain:
metode teladan, metode kisah, metode nasehat, metode
targhib dan tarhib. Dengan adanya keteladanan, nasihatnasihat
yang diberikan pembimbing kepada para santri,
mengeksplorasi potensi santri, menghilangkan stress pada
santri, mengajarkan berbagi dengan orang lain,
menciptakan kebersamaan antar santri, berempati dengan
santri, menciptakan hubungan yang baik dengan para
santri.}
}