%0 Thesis
%9 Skripsi
%A NURYAHYA, NIM 13540049
%B Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam
%D 2020
%F digilib:39104
%I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
%K Bullying, Konstruksi sosial, Perempuan, Pencak silat
%T BULLYING DAN KONSTRUKSI SOSIAL TERHADAP PESILAT  PEREMPUAN  DI SALAH SATU UNIVERSITAS TINGGI YOGYAKARTA
%U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/39104/
%X Bela diri pencak silat dikenal dengan olah raga yang maskulin, dari segi  peminat sering kali didominasi oleh kaum laki-laki, dibandingkan perempuan  jumlah mereka lebih banyak. Pelabelan mahasiswi di salah satu universitas tinggi  Yogyakarta, bahwa mereka digambarkan sebagai sosok yang lembut dan bersuara  pelan, seolah mencitrakan tersebut tidak sesuai ketika perempuan belajar bela diri  pencak silat. Namun demikian, di salah satu universitas tinggi Yogyakarta,  dijumpai mahasiswi pun turut berpartisipasi menjadi anggota UKM PPS CEPEDI  bahkan menjadi pengurus serta mampu berprestasi disana. Ketidakadilan dan  marginalisasi tersebut menyerang dari berbagai lini sosial yang secara sosial akan  mempengaruhi ruang aktivitas atau interaksi individu. Banyak mahasiswi di salah  satu universitas tinggi Yogyakarta, dibully karena menjadi anggota UKM  Perguruan Pencak Silat CEPEDI. Kemudian, dari problem akademik diatas  penulis mengambil rumusan masalah mengenai bentuk-bentuk bullying yang ada  di salah satu universitas tinggi Yogyakarta, dan bagaimana konstruksi sosial  terhadap pesilat perempuan di salah satu universitas tinggi Yogyakarta,.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, subyek  penelitian ini menggunakan data primer yang penulis peroleh dari responden, dan  data sekunder yang penulis peroleh dari sumber buku, internet dan dokumentasi  lainnya. Metode pengumpulan data menggunakan observasi partisipan,  wawancara, dan catatan lapangan. Teknis analisis data yang dilakukan dengan  metode analisisn kualitatif dan analisis deskriptif kemudian dalam menyimpulkan  penulis menggunakan pendekatan sosiologis. Pendekatan teori yang penulis  gunakan adalah teori bullying, pesilat perempuan di salah satu universitas tinggi  Yogyakarta, dibully karena mereka ikut bela diri pencak silat.kemudian  pendekatan teori konstruksi sosial, dimana mahasiswi memperolehpengenalan dan  pemahaman secara individu, kemudian menjadikan pencak silat sebagai way of  life.  Dalam kasus bullying pesilat perempuan di universitas tinggi X  Yogyakarta, penulis menemukan beberapa bentuk bullying baik bullying secara  verbal maupun non verbal. Bullying secara verbal yaitu berupa ucapan atau  perkataan, selain itu bullying non verbal baik secara fisik maupun secara rasional  juga penulis temukan. Bullying verbal memang lebih sering terjadi dibandingkan  dengan bullying non verbal. Konstruksi sosial merupakan realitas sosial yang  diciptakan atas kreatifitas mahasiswi dalam menerima pencak silat sebagai  pengetahuan yang mampu mereka maknai secara individual, kemudian melalui  interaksi dan tatap muka individu akan memaknai dunia berdasarkan apa yang ia  lihat. Konstruksi sosial terhadappesilat perempuan telah mentransformasikan  pengetahuan kedalam individu mahasiswi dan memberikan output berupa  sosialisasi bela diri pencak silat kepada masyarakat.
%Z Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M Hum., M.A.,