%A SUBHAN ASSHIDIQ - NIM. 01530611 %O Pembimbing: Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A %T HERMENEUTIKA SEBAGAI METODE PENAFSIRAN AL-QUR’AN (Studi Analisis Terhadap Majalah Islamia) %X Skripsi ini membahas tentang pandangan kontra terhadap wacana hermeneutika. Permasalahan pokok skripsi ini adalah pertama, Bagaimanakah pandangan majalah Islamia terhadap metode hermeneutika dalam penafsiran? , dan kedua, Bagaimanakah paradigma hermeneutika terutama keterkaitannya dengan penafsiran al-Qur'an? Jawaban dari pertanyaan tersebut selanjutnya mengarah kepada implikasi dan relevansi hermeneutika. Alasan penulis memilih mengkaji pandangan Majalah Islamia terhadap hermeneutika sebagai metode penafsiran adalah: pertama, majalah Islamia ini cukup representatif, karena selain ia fokus dalam pemikiran-pemikiran keislaman, agaknya ia juga menjadi motor bagi komunitas yang kontra terhadap metode hermeneutika; kedua, wacana hermeneutika al-Qur'an merupakan wacana kontemporer yang masih terus berkembang dan dikaji dalam rangka penyempurnaan amp;#8216;Ulum al-Qur'an dan metodologi tafsir. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis filosofis dengan metode deskriptif, kritis, interpretatif, komparatif-sintesis. Adapun operasional metodologis penelitian ini dilakukan melalui tahap-tahap yakni mengumpulkan dan mengklasifikasikan data, kemudian mengolah dan menginterpretasi data. Hasil penelitian ini adalah: pertama, Secara garis besar, pandangan Islamia secara keseluruhan dalam menelaah hermeneutik adalah 1) hanya melihat hermeneutika secara peyoratif sebagai sesuatu yang bermasalah, tanpa kesediaan melihat secara adil keniscayaan ilmiahnya serta potensi-potensi positifnya. Sikap penolakan Islamia terhadap hermeneutika lebih didasarkan pada alasan worldview dan presupposisi hermeneutika yang diduga problematik, tanpa ada upaya menimbang segi perangkat dasarnya yang bersifat ilmiah dan memungkinkan untuk diadapsi dan diformulasi dalam paradigma Islam; 2) memandang memadainya metode tafsir klasik yang mencerminkan tradisi Islam, sebagai metode ilmiah yang senantiasa relevan dan final, tanpa menimbang realitas perkembangan ilmu pengetahuan manusia untuk kemudian berupaya mengupgrade metode tafsir klasik tersebut dengan temuan pengetahuan modern. Kedua, paradigma hermeneutika memiliki keterkaitan dengan ilmu tafsir, terbukti dengan adanya kesamaan-kesamaan antara keduanya, disertai dengan kelebihan-kelebihan hermeneutika yang tidak dimiliki oleh ilmu tafsir klasik. Persamaan keduanya pada kajian tentang persoalan kebahasaan, dalam hermeneutika dikembangkan lebih lanjut dengan perhatian yang lebih intens kepada fenomena majaz atau metafora. Sedangkan kelebihan hermeneutika adalah memberikan perhatian dan kesadaran kritis terhadap aspek di luar bahasa seperti pikiran dan budaya. Sejumlah gagasan konseptual dalam tradisi hermeneutik seperti keharusan mempertimbangkan konteks sosial pembaca maupun teks, konsep teks itu sendiri, keragaman potensial makna teks, mempertimbangkan tujuan aplikasi penafsiran merupakan kumpulan konsep yang erat kaitannya, bahkan tidak lain merupakan quot;kepanjangan tangan quot; dari istilah-istilah metodologis yang terdapat dalam tradisi kajian 'Ulum al-Qur'an. %K hermeneutika, metodologi, penafsiran %D 2010 %I UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta %L digilib3926