%A 15340031 ALFINA ZULFAREDIAN %O ISWANTORO, S.H., M.H. %T TINJAUAN YURIDIS TERHADAP EKSEKUSI HAK MILIK ATAS TANAH MELALUI PENJUALAN DI BAWAH TANGAN SEBAGAI PENYELESAIAN KREDIT MACET DI BANK %X Kebanyakan masyarakat dalam menghadapi kekurangan dana salah satu jalan keluar yang dapat dilakukan adalah berhutang kepada pihak lain atau dalam kata lain mengajukan kredit ke lembaga perkreditan, salah satu lembaga perkreditan adalah bank. Di Indonesia terdapat dua jenis bank, yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Dengan demikian debitor pasti ada yang mengalami kesulitan mengembalikan kreditnya, sehingga memicu terjadinya kredit macet yang mengakibatkan harus dilakukan eksekusi terhadap jaminan yaitu dalam hal ini adalah Hak Milik atas tanah. Sesuai dengan pelaksanaan eksekusinya yang diatur dalam Pasal 20 ayat (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas Tanah Beserta Benda-benda yang Berkaitan dengan Tanah (UU HT) dapat dilaksanakan melalui penjualan di bawah tangan apabila disepakati antara pemberi hak tanggungan dan penerima hak tanggungan. Banyak peneliti yang sebelumnya yang telah meneliti terkait eksekusi hak tanggungan melalui penjualan di bawah tangan sebagai penyelesaian kredit macet. Berdasarkan penelitian sebelumnya terdapat beberapa alasan mengapa memilih eksekusi tersebut yaitu, biasanya mendapatkan harga yang lebih tinggi, mudah, cepat dan biaya ringan serta tidak banyak menimbulkan masalah. Dari data dan kesimpulan hasil penelitian sebelumnya diatas, maka peneliti tertarik untuk meneliti mengenai apakah eksekusi Hak Milik atas tanah melalui penjualan di bawah tangan sebagai penyelesaian kredit macet di bank telah sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka dengan menggunakan metode pendekatan normatif. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analisis. Sedangkan dalam teknik pengumpulan data menggunakan metode studi pustaka dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menujukan bahwa eksekusi hak milik atas tanah melalui penjualan di bawah tangan sebagai penyelesaian kredit macet di bank telah sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Eksekusi Hak Milik atas tanah melalui penjualan di bawah tangan sebagai penyelesaian kredit macet di bank ini dapat dilaksanakan. Tidak dapat dilaksanakannya ekesekusi ini apabila ditemui hambatan-hambatan, yaitu sebagai berikut, bank sebagai pemegang Hak Tanggungan (kreditor) tidak menghendaki eksekusi melalui penjualan di bawah tangan, debitor yang tidak menghendaki eksekusi melalui penjualan di bawah tangan (tidak mempunyai itikad baik) atau telah tidak diketahui keberadaannya, dan kreditor dan debitor tidak menghendaki eksekusi melalui penjualan di bawah tangan. Meskipun demikian terdapat kekurangan UU HT sebagai hukum yang mengatur pelaksanaan eksekusi yang masih terlalu umum. Hal tersebut dikarenakan tidak ditemukannya secara langsung kententuan yang mengatur terkait pengosongan Hak Milik atas tanah apabila dilaksanakan eksekusi melalui penjualan di bawah tangan. %K Kredit Macet, Hak Milik atas Tanah, Penjualan di Bawah Tangan %D 2019 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib40757