%0 Thesis %9 Skripsi %A Yusriandi, NIM. 00530065 %B Fakultas Ushuluddin Dan Pemikiran Islam %D 2007 %F digilib:41297 %I UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta %K Asbab Al Nuzul; Semiotika Sosial %P 204 %T ASBAB AL NUZUL PERSPEKTIF SEMIOTIKA SOSIAL %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/41297/ %X Persoalan terbesar dan terberat bagi umat Islam dari dahulu sampai sekarang adalah upaya kontekstualisasi al-Qur'an agar senantiasa relevan dalam setiap ruang dan waktu. Tempat yang paling strategis adalah menginterpretasikan al-Qur'an menggunakan perspektif-perspektif dan perangkat-perangkat metodologis yang ada. Perangkat perangkat metodologis tersebut ada yang merupakan ilmu turunan dari al Quran dan ada juga yang mencandranya menggunakan persektif yang dideduksi dari khazanah keilmuan lain. Langgan azbab al nuzul merupakan dokumen yang selama ini digadang-gadang sebagai alat yang absah untuk menghubungkan teks al-Qur an dengan realitas Taktual turunnya atau memulangkan teks pada konteksnya dalam tradisi penafsiran al Qur'an Signifikansi langgan ashab al-nuzul tidak saja pada kenyataan sebagai genre literatur yang menjadi bahan pertimbangan dalam proses menafsirkan al-Qur 'an, tetapi juga dapat dilihat dari sisi dijadikannya sebagai konten teras ilmu-ilmu al Qur'an dan terdapatnya karangan yang khusus tentang langgam tersebut. Mengingat begitu sentralnya langgam azbab al nuzul dalam penafsiran al- Quran, penelitian ini berupaya untuk melihat bagaimana posisinya ditinjau dengan Perspektif yang terdapat dalam semiotika sosial Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan(library research) Sumber datanya berasal dari literatur yang terdapat dalam buku, jumal dan laporan penelitian Metode yang digunakan adalah metode berpikir induktif, yaitu menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus dan kemudian menariknya pada kesimpulan-kesimpulan yang bersifat general Penelitian ini bersifat deskriptif analitis Data disajikan secara sistematis sehingga mudah untuk dipahami dan disimpulkan. Di dalamnya dideskripsikan langgam azbab al nuzul dan semiotika secara konseptual Sedangkan analitis adalah menguraikan data secara tepat dan terarah. Di dalamnya akan dilihat bagaimana sesungguhnya posisi langgam asbab al nuzul di hadapan semiotika sosial. Kemudian data dianalisis menggunakan instrumen interpretatif. Setelah dilakukan penelusuran dan pengkajian ditemukan bahwa kedua khazanah yang berasal dari dua tradisi keilmuan yang berbeda tersebut memiliki kesamaan pada tataran spirit, yaitu sama-sama mengemban misi menghubungkan teks dengan konteksnya. Disamping itu, teks dan konteks yang begitu sentral dalam semiotika sosial juga menempati posisi yang signifikan dalam langgam asbab al nuzul. Namun kedua khazanah yang diperikan itu juga memiliki perbedaan yang sulit dicarikan jalan tengahnya. Karena kedua khazanah tersebut memiliki perbedaan pada level dan status teks. Sebagai konsekuensinya, keduanya juga memiliki perbedaan yang tajam pada tataran konteksnya: Relasi teks dan konteks dalam semiotika sosial bagaikan dua sisi dari sekeping mata uang. Teksnya merupakan teks pertama dan tidak tergantung dengan teks lain, termasuk dengan konteksnya Sedangkan relasi teks dan konteks dalam asbab al nuzul sangat kompleks, bahkan teramat kompleks Mengurai teks dalam langgam asbab al nuzul berarti juga mengurai konteksnya, dan sebaliknya, mengurai konteksnya berarti juga mengurai teksnya. Karena keduanya sama-sama berada dalam satu rumah teks dan telah menyatu dalam satu batang tubuh yang bernama asbab al nuzul. Teksnya merupakan teks dan Sebab-sebab turunnya ayat dan surat al Qur an. %Z 1. Drs. Muhammad Mansur, M.Ag. 2. Fahruddin Faiz, M.Ag