%A DEDY OKTARIANTO - NIM. 02221205 %O Pembimbing: Mukhsin Kalida, MA %T DAMPAK KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP PERUBAHAN EMOSI ORANG DEWASA (STUDI KASUS DISTRIBUTOR PT K-LINK INDONESIA YOGYAKARTA) %X Kebiasaan merokok pada orang dewasa merupakan sebuah kebiasaan yang diciptakan sendiri, sehingga mempunyai pengaruh bagi tubuh diri sendiri dan perubahan emosinya. Merokok adalah kebiasaan. Kebiasaan inilah yang menjadi sebuah tradisi yang sulit dilepaskan atau ditinggalkan. Perubahan emosi bagi distributor adalah perubahan emosi yang disebabkan oleh kebiasaan merokok yang berdampak pada gejala-gejala fisiologis sehingga terjadi baik perubahan emosi positif maupun perubahan emosi negatif. Merokok pada orang dewasa dapat digunakan menjadi dua, berdasarkan kuantitas merokok yang dikonsumsi. Kelompok pertama adalah perokok moderat, yaitu perokok yang menghabiskan kurang dari sebelas batang perhari. Kelompok kedua adalah perokok berat, yaitu perokok yang menghabiskan lebih dari sebelas batang perhari. Jika perokok termasuk ke dalam kelompok moderat, bukan berarti bebas dari segala hal buruk yang bakal mengganggu kesehatan dan kepribadian seseorang, tetapi harap diingat dampak kumulatifnya. Kandungan racun dari asap rokok yang dihisap bagi perokok hari demi hari akan tertimbun di dalam tubuh, sedangkan tubuh sama sekali tidak dapat menghilangkan pengaruh nikotin dalam jumlah sekecil apapun. Akibatnya merokok pada orang dewasa sangat berpengaruh pada perubahan emosi negatif, seperti cepat marah, hampa atau geram, cemas atau gelisah dan stres. Analisis penulis bahwa ada beberapa zat-zat yang terkandung dalam rokok sangat erat kaitannya dengan perubahan emosi negatif maupun emosi positif, Emosi yang ditimbulkan pada reaksi emosi positif seperti kenikmatan, kegembiraan dan kesenangan bagi ketiga distributor PT. K-Link Indonesia Yogyakarta biasanya pada waktu sehabis makan, minum kopi, berkumpul bersama kolega atau teman-teman dan begadang di waktu malam hari di saat udara dingin. Emosi yang ditimbulkan pada reaksi emosi negatif terbagi menjadi tiga bagian diantaranya untuk mengurangi reaksi emosi negatif seperti cemas, tegang, dan sebagainya, reaksi emosi negatif yang timbul atau muncul dari kebiasaan merokok yang muncul lalu mereka tanpa rokok dan zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok sangat rentan berpengaruh pada keluhan-keluhan fisiologis seseorang. Hal ini yang mendorong peneliti seberapa jauh perubahan emosi negatif maupun emosi positif bagi si perokok itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang akan dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Dimana hasil dari penelitian ini bahwa klien atau distributor yang melakukan. %K Kebiasaan Merokok, Perubahan Emosi %D 2010 %I UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta %L digilib4161