eprintid: 42047 rev_number: 20 eprint_status: archive userid: 12253 dir: disk0/00/04/20/47 datestamp: 2021-02-26 23:19:51 lastmod: 2022-12-21 06:28:37 status_changed: 2022-12-21 06:28:37 type: article metadata_visibility: show creators_name: Agus Saputro, - title: URBAN CRISIS Produk Kegagalan Urbanisasi di Indonesia ispublished: pub subjects: Mas_sos subjects: sosio divisions: jurn_sr full_text_status: public keywords: Urban Crisis; Urbanisasi abstract: Menurut Lewis Mumford, “tidak ada satu pun orang yang puas dengan wujud kota saat ini”. Penulis setuju dengan pernyataan tersebut, sehingga tulisan ini berusaha menjelaskan bagaimana krisis terjadi di perkotaan. Daya tarik kota begitu menghipnotis masyarakat, hal tersebut tidak terlepas dari keberhasilan pembangunan kota. Akan tetapi, di sisi lain kota mengalami yang disebut krisis. Tujuan dari penelitian ini adalah ini melihat krisis yang terjadi di perkotaan dengan menggunakan metode studi literatur-literatur. Adapun teori yang dipakai adalah masyarakat resiko dari Ulrich Beck. Krisis yang terjadi di perkotaan tidak hanya berbicara terkait masalah ekonomi, misal; kemiskinan, pengangguran, gelandangan dan anak jalanan. Krisis perkotaan juga meliputi krisis keamanan, lingkungan, energi dan sosial. Adapun faktor penyebab terjadinya krisis, dalam tulisan ini melihatnya pada sudut pandang internal dan eksternal. Pada faktor internal, krisis perkotaan disebabkan oleh kota itu sendiri yang berkembang. Kota yang berperan sebagai market, telah menarik produsen dan konsumen untuk datang. Produsen mendekat ke pinggiran kota untuk memperkecil biaya produksi karena dekat dengan pasar dan SDM. Sedangkan konsumen, datang ke kota karena banyak pilihan barang dan mendapatkan harga terbaik. Kota yang berkembang menyebabkan kawasan industri tidak lagi berada di pinggiran kota, akan tetapi banyak di pusat kota. Tentu ini menyebabkan masalah dan krisis di tengah penduduk kota yang padat. Krisis juga disebabkan oleh faktor eksternal, yakni relasi dengan desa. Kegagalan pembangunan di desa, kepemilikan lahan pertanian yang terfragmentasi akibat pembagian warisan dan pelanggaran-pelanggaran agrarian sehingga tanah dimiliki oleh petani berdasi. Kondisi tersebut menuntut penduduk desa untuk urbanisasi. Kota yang berkembang secara fisik dan jumlah penduduk berimplikasi slum area, penghuni-penghuni liar, krisis ruang terbuka hijau dan rendahnya kepekaan sosial. date: 2020-10 date_type: published publication: Sosiologi Reflektif volume: 15 number: 1 publisher: Fak. Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga pagerange: 173-194 refereed: TRUE issn: 1978-0362 citation: Agus Saputro, - (2020) URBAN CRISIS Produk Kegagalan Urbanisasi di Indonesia. Sosiologi Reflektif, 15 (1). pp. 173-194. ISSN 1978-0362 document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/42047/13/URBAN%20CRISIS%20Produk%20Kegagalan%20Urbanisasi%20di%20Indonesia.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/42047/14/surat-surat-pernyataan1614380148.pdf