@phdthesis{digilib42360,
           month = {August},
           title = {KEBERMAKNAAAN HIDUP  MILENIAL MASYARAKAT INDUSTRI DI DESA MARGOYOSO KECAMATAN KALINYAMATAN KABUPATEN JEPARA},
          school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA},
          author = {NIM.: 16250074 Watsiq Yasar},
            year = {2020},
            note = {Andayani, S.IP., MSW.},
        keywords = {nilai kehidupan, masyarakat industri},
             url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/42360/},
        abstract = {Watsiq Yasar, 16250074, Kebermaknaan Hidup Milenial Masyaraka
Industri di Desa Margoyoso Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara. Skripsi: Ilmu Kesejahteraan Sosial. Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta 2020. 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena industrialisasi dan
generasi milenial khususnya berusia 21 hingga 29 tahun yang memiliki
kecenderungan menghadapi quarterlife crisis. Tujuan penelitian ini untuk
menggambarkan kebermaknaan hidup milenial masyarakat industri di Desa
Margoyoso Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Bagaimana kebermaknaan hidup milenial masyarakat industri di Desa Margoyoso Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara. 

Subjek penelitian ini berjumlah 6 orang yang terdiri dari 1 Kepala Desa
Margoyoso sebagai informan pendukung dan 2 milenial pencari kerja, 2 milenial bekerja di industri serta 1 milenial memiliki usaha sebagai informan kunci. Objek penelitian ini adalah kebermaknaan hidup milenial masyarakat industri. 

Penelitian ini menggunakan sudut pandang teori kebermaknaan hidup Victor Frankl dalam memahami objek penelitian, teori generasi milenial guna memahami subjek penelitian serta teori industrialisasi dalam memahami kondisi sosial dan ekonomi tempat penelitian.  

Hasil penelitian yang pertama menunjukkan bahwa empat dari lima
informan menghadapi masa quarterlife crisis. Informan pertama dan kedua terjebak pasa quarterlife crisis pada masa pencarian kerja. Informan ketiga memiliki kondisi tertekan pada beban kerja dan informan keempat merasa memiliki tekanan pada mekanisme bekerja.  

Hasil penelitian kedua ini menunjukkan bahwa kelima informan memiliki kebermaknaan hidup yang berbeda-beda. Informan pertama merasakan kebermaknaan hidupnya dengan memiliki harapan membangun sebuah usaha kafe. Informan kedua memiliki kebermakanaan hidup akan harapan memiliki studio art. Informan ketiga dan keempat merasakan hidupnya bermakna dengan membantu orang tuanya. Informan kelima memiliki kebermaknaan hidup dengan harapan dapat melaksanakan ibadah haji.}
}