%0 Thesis
%9 Skripsi
%A Khorid Iqbal Amalyn, NIM.: 13530116
%B FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM
%D 2020
%F digilib:42927
%I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
%K Al-Qur’an, Tradisi Pembacaan Tiga Surat Pilihan (Yasin, surat al-Waqiah dan   surat Al-Mulk), MTs. Al-Ulum
%P 123
%T TRADISI PEMBACAAN TIGA SURAT PILIHAN SEBELUM MEMULAI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (STUDI LIVING QUR’AN di MTs. AL-ULUM DESA DADAPAN KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG)
%U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/42927/
%X Pembacaan atas surat tertentu dalam al-Qur’an di suatu waktu oleh   masyarakat muslim hadir bukan tanpa alasan. Aktor atau pelaku mesti memiliki  landasan yang merujuk kepada kitab-kitab dalam memberikan suatu nasehat dan  saran. Dalam praktiknya, banyak kita jumpai sekumpulan masyarakat secara  bersama-sama membaca surat Yasin untuk mendo’akan seseorang yang telah  meninggal dunia. Berbeda dengan yang terjadi di MTs. Al-Ulum Desa Dadapan,  Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Para siswa-siswi di sekolah tersebut  membaca tiga surat pilihan sekaligus, salah satunya surat Yasin yang ditambah  dengan surat al-Waqiah dan al-Mulk untuk membuka kegiatan belajar mengajar di  sekolah.    Dalam penelitian ini upaya pengumpulan data peneliti melalukan tiga  teknik, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menganalisis data  tersebut dengan analisis deskriptif dan analisis eksplanasi, serta memaknai tradisi  tersebut dengan menggunakan teori antropologi interpretatif milik Clifford  Geertz, dimana penulis tidak hanya mendeskripsikan apa yang terjadi di lapangan  saja, melainkan penulis mencoba menginterpretasikan lebih dalam lagi mengenai  tradisi tersebut.   Praktik pembacaan tiga surat pilihan sebelum memulai kegiatan belajar  mengajar di MTs. Al-Ulum adalah kreativitas dari Kepala Sekolah yang  menyisipkan kegiatan ini diantara shalat dhuha dengan kegiatan belajar mengajar  di sekolah. Jadi tradisi pembacaan tiga surat pilihan ini memiliki fungsi ganda:  pertama sebagai penyempurna ritual shalat dhuha, kedua untuk membuka dan  memulai kegiatan belajar mengajar di sekolah. Timbulnya fungsi ganda inilah  yang penulis sebut sebagai hasil nyata dari kreativitas disini atau jika tidak  berlebihan penulis menyebutnya sebagai kreativitas Qur’ani. Dalam tradisi ini  juga terlihat dengan jelas hubungan antara realita kehidupan sosial masyarakat  dengan al-Qur’an. Selain itu, makna tradisi ini ditinjau menggunakan teori  antropologi interpretatif dapat disimpulkan bahwasannya yang menjadi simbol  adalah ketiga surat pilihan yang dibaca dimana ketiga surat tersebut menjadi zikir  dan do’a yang di dalamnya terkandung pengharapan akan terkabulnya faedah dan  fadhilah dari membacanya. Makna ini telah melekat kuat di benak para pelakunya  sehingga menimbulkan perasaan dan motivasi yang kuat, yang pada akhirnya  mendorong mereka untuk selalu mengikuti dan membiasakan diri membaca ketiga  surat pilihan tersebut. Akhirnya tradisi ini menjadi suatu realitas yang unik dalam  kehidupan sehari-hari siswa-siswi MTs. Al-Ulum yang berbeda dengan  kebudayaan sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di tempat atau lembaga  pendidikan yang lainnya.
%Z Pembimbing : Aida Hidayah, S.Th.I.,M.Hum