@mastersthesis{digilib44059, month = {June}, title = {UMRAH BERSAMA USTAZ SELEBRITI: PASAR KEAGAMAAN MUSLIM DI INDONESIA}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM : 19200010071 Ery Erman}, year = {2021}, note = {Najib Kailani, M.A., Ph.D}, keywords = {Muslim Kelas Menengah, Ustaz Selebriti, Umrah}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/44059/}, abstract = {Tesis ini mengkaji tentang persinggungan antara praktik umrah dan modernitas sosial, dengan studi kasus fenomena umrah bersama ustaz selebriti di kalangan Muslim Kelas Menengah. Berangkat dari konsep habitus Pierre Bourdieu, penelitian ini mengulas tentang bagaimana eksistensi Muslim Kelas Menengah dalam ruang sosial khususnya pada fenomena pasar keagamaan dalam hal ini praktik umrah yang melibatkan para ustaz selebriti. Penelitian ini merupakan studi kualitatif terhadap respons Muslim Kelas Menengah pada praktik umrah yang melibatkan ustaz selebriti tanah air. Peneliti menggunakan metode wawancara baik langsung ataupun melalui Direct Massage dan sambungan telepon terhadap Muslim Kelas Menengah yang menjadi informan dalam riset ini. Wawancara didapatkan dengan cara berselancar di sosial media terkait siapa saja yang pernah berumrah menggunakan travel ustaz selebriti. Kesimpulan tesis ini menunjukkan bahwa kemunculan Muslim Kelas Menengah pada masa Orde Baru diawali dengan merebaknya budaya populer yang berwujud pada gaya hidup baru dan akhirnya membentuk kaum muda elite untuk mentransformasikan identitas sosial mereka. Salah satu indikasi pesatnya pertumbuhan mereka saat ini adalah dengan melakukan perjalanan religi ke tanah suci menggunakan fasilitas mewah. Perjalanan ini menjadi kegemaran tersendiri untuk menunjukkan identitas sosial mereka. Selain itu popularitas figur ustaz selebriti menjadi daya tarik tersendiri untuk lebih mengekspresikan gaya hidup dan status sosial mereka. Hal ini kemudian membentuk tiga tipologi Muslim Kelas Menengah dalam menjalankan praktik umrah bersama ustaz selebriti. Pertama Para Penggemar Ustaz Selebriti, Kedua Pemburu Fasilitas Travel, Ketiga pendamba Status Sosial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Muslim Kelas Menengah merupakan orang-orang yang sudah terekspos modernitas. Mereka ingin mengatakan bahwa modern itu tidak kontradiksi dengan menjadi seorang Muslim yang baik.} }