%A NIM: 16230018 Agung Prasetyo %O Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, S.Sos, M.Si. %T MEWUJUDKAN KAMPUNG MANDIRI SAMPAH: STUDI PAR MAHASISWA PMI DI DUSUN BLIMBINGSARI, CATURTUNGGAL, DEPOK, SLEMAN %X Praktik Pengembangan Masyarakat (PPM) merupakan salah satu program Prodi Pengembangan Masyarakt Islam (PMI) untuk mengimplementasikan ilmunya di luar kampus. Program tersebut menjadi kegiatan tahunan, artinya setiap angkatan di Prodi PMI melaksanakan kegiatan tersebut. Banyak inovasi yang dilakukan selama kegiatan PPM. Penelitian ini menggambarkan salah satu praktik pemberdayaan masyarakat di Dusun Blimbingsari untuk mengatasi persoalan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses mewujudkan kampung mandiri sampah dan hasil yang diperoleh warga dengan adanya program tersebut. Untuk menjawab rumusan masalah di atas peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dipadukan dengan model Participatory Action Research. Penelitian ini dilaksanakan di RT 5, Dusun Blimbingsari, Caturtunggal, Depok, Sleman. Pelaksanaan Program PPM dilakukan selama 2 semester yaitu semester 6 dan semester 7. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi secara partisipan, wawancara, studi dokumentasi dan intervensi bersama masyarakat. Tulisan ini bukan laporan kegiatan PPM, namun refleksi penulis dalam pelaksanaan PPM. Peneliti bertindak sebagai pelaku sekaligus penulis proses. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1). Mewujudkan kampung mandiri sampah merupakan salah satu tahapan untuk membentuk rencana yang lebih besar lagi, yaitu kampung wisata. Proses yang dilakukan dalam mewujudkan kampung mandiri sampah, pertama adalah survei, pengenalan dan membangun restu pada masyarakat. Kedua penyadaran, dimana pada proses ini dilakukan dengan musyawarah dan sosialisasi pada masyarakat. Ketiga pengkapasitasan, pada proses ini masyarakat dilakukan pendampingan dua minggu sekali. Keempat define (pelaksanaan program), pada proses ini mayarakat melakukan kegiatan pengumpulan sampah. Kelima pendayaan, pada proses ini masyarakat telah mampu melakukan pengelolaan sampah dari pengambilan, pengumpulan, pemilahan, dan penjualan. 2). Hasil dari kampung mandiri sampah ini menunjukan kegiatan tersebut mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam memanfaatkan sampah plastik menjadi berbagai daur ulang. Dalam kegiatan tersebut memberikan dampak yang positif berupa meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, meningkatnya kas komunitas, terbentuknya KWT, program budidaya lele, dan masyarakat tidak lagi membuang sampah di sungai. %K Kampung Mandiri Sampah, PAR, Tahapan, Hasil %D 2021 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib47456