%0 Thesis %9 Skripsi %A Diah Puspita Rini, NIM.: 15550038 %B FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM %D 2021 %F digilib:47496 %I SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Salat Jumat, Pandemi, RukhsAh. %P 98 %T RESEPSI HADIS KEBOLEHAN MENINGGALKAN SALAT JUMAT SAAT PANDEMI DI KALANGAN MAHASISWA ILMU HADIS UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA (STUDI LIVING HADIS) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/47496/ %X Salat Jumat merupakan ibadah wajib bagi umat Islam. Bahkan terdapat sebuah hadis riwayat Muslim yang menegaskan bahwa Allah swt. akan menutup hati orang-orang yang meninggalkan salat Jumat sehingga mereka menjadi orang yang benar-benar lalai. Namun, dalam situasi pandemi Covid-19 pemerintah memberlakukan aturan yang meminimalisir kegiatan berkerumun seperti menutup tempat ibadah, demi memutus rantai penyebaran virus. Sementara itu, ritual keagamaan umat islam banyak didominasi oleh kegiatan berkelompok. Dengan demikian, penulis tertarik meneliti resepsi mahasiswa Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terhadap situasi yang saling bertolak-belakang seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Dari argumen tersebut dirumuskan tiga rumusan masalah yaitu: pertama, bagaimana definisi dan konsep hadis karantina di tengah wabah menurut mahasiswa Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta? Kedua, bagaimana pola resepsi hadis larangan meninggalkan salat Jumat menurut mahasiswa Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta? Ketiga, bagaimana pola resepsi mahasiswa Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terhadap rukhshah yang membolehkan tidak melaksanakan salat Jumat? Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dan menggunakan metode pengumpulan data dengan observasi melalui menyebarkan kuisioner secara online, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini akan dibagi menjadi dua, yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer berasal dari data yang didapat di lapangan. Sedangkan sumber data sekunder berasal dari kajian atau studi literatur yang menunjang penelitian ini. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa mayoritas dari informan menginterpretasikan hadis karantina di tengah wabah sebagai anjuran Rasulullah saw. agar berdiam diri di rumah atau tidak keluar dari suatu wilayah tertentu. Selanjutnya, mayoritas responden atau sekitar 19 orang dari 25 informan mengungkapkan bahwa mereka setuju terhadap hadis untuk meninggalkan salat Jumat saat terjadi pandemi covid-19. Di sisi lain, hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa responden membenarkan ketepatan rukhs{ah mengenai kebolehan tidak melaksanakan salat Jumat. %Z Pembimbing : Drs. Indal Abror, M.Ag.