TY  - THES
N1  - Pembimbing : Dr. H. Fahruddin Faiz, M.Ag
ID  - digilib48037
UR  - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/48037/
A1  - Aizzatun Nisak, NIM.: 17205010016
Y1  - 2019/07/05/
N2  - Dewasa ini tidak banyak yang mengetahui pengetahuan laduni secara
mendalam. Mereka tahu hanya ilmu laduni yang didapatkan secara langsung dari
Allah tanpa belajar dan hanya orang-orang tertentu yang memperolehnya. Hal ini
mendapatkan perhatian dari al-Ghazali, ia menginginkan agar seluruh manusia
megetahui bahwa ilmu laduni bisa diperoleh bukan hanya orang tertentu saja,
orang awam pun juga bisa memperolehnya.
Tujuan penelitian ini agar dapat diketahui latarbelakang pemikiran al-
Ghazali tentang pengetahuan laduni, kemudian bertujuan untuk melihat proses
pengetahuan dalam al-Risalah al-Ladduniyah, untuk mengetahui peran akal dalam
memahami ilmu laduni, untuk mengetahui ilmu laduni perspektif epistemologi,
dan untuk mengetahui validitas pengetahuan ilmu laduni dalam al-Risalah al-
Ladduniyah.Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kepustakaan (library research) dengan menggunakan sumber primer dan sumber
skunder. Adapun metode untuk menganilisis data menggunakan metode induksi
dan deduksi untuk melihat penalaran umum dan khusus, kemudian menggunakan
metode Henri Bergson untuk memahami pemikiran al-Ghazali tentang
pengetahuan laduni.
Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis untuk melihat
konstruksi pemikiran al-Ghazali tentang pengetahuan laduni.Hasil yang
ditemukan di dalam tulisan ini adalah: pertama, Ada
dua jalan untuk mengetahui objek yang diketahui secara benar.
Pertama, melalui pengamatan yang dilakukan oleh subjek terhadap objek.Kedua,
melalui proses informasi yang diperoleh dari Dzat Yang Maha Tahu (Allah)
baik secara langsung maupun melalui perantara utusan dan hamba Allah. Al-Ghazali
membagi pengetahuan datang dari Tuhan melalui ilham dan wahyu. Ilmu yang
diraih dari wahyu disebut ilmu kenabian dan ilmu yang diperoleh dari ilham
disebut ilmu laduni. Imam al-Ghazali menyatakan bahwa ilmu laduni (gaib) yang
dijadikan pegangan sebagian sufi pilihan dan diikuti para ahli tarekat.Untuk
mencapai ilmu laduni diperoleh melalui tiga tahapan: pertama, memperoleh
segala ilmu dan mengambil sebagian besar darinya. Kedua,riyadhah yang
sungguh-sungguh dan muraqabah dengan benar. Ketiga, merenung.Kedua, al-
Ghazali mengistilahkan intuisi (dzauq) dengan sebutan wujdan (rasa batin).
Sebagai sarana memperoleh pengetahuan, akal memperoleh pengetahuan yang
dicirikan oleh kesadaran akan sebab dan musabab (akibat) suatu keputusan yang
tidak terbatas pada kepekaan indra tertentu dan tidak hanya tertuju pada objek
tertentu pula. Untuk mengetahui hubungan akal dan intuisi yang pada hakekatnya
selalu dalam kondisi interaktif, terlebih dahulu melihat jenis-jenis pengetahuan
yang dapat ditangkap manusia.Pandangan al-Ghazali tentang hubungan akal dan
intuisi/laduni (kasyf) dilihat dari segi penerapannya. Di satu sisi intuisi/laduni
(kasyf) dipandang lebih tinggi kemampuannya dari akal, karena bisa menjangkau
dan memberikan pengetahuan yang supra-akali/rasional, akan tetapi di sisi lain
intuisi mempunyai ruang lingkup yang tebatas karena pengetahuan yang
dihasilkan harus tetap berada dalam bingkai rasionalitas/akali, sehingga ia tidak
bisa mengklaim pengetahuan yang dimustakhilkan akal. Dengan demikian
pengetahuan intuitif/kasyf dalam pandangan al-Ghazali harus tetap mengandung
dimensi rasionalitas. Untuk megetahui mekanisme atau proses kerja akal dan
intuisi dalam menangkap pengetahuan berikut segi penalarannya bisa mengetahui
dari informasi hasil-hasil kajian para psikolog modern tentang ?pemikiran kreatif?
yang mereka namakan juga dengan ilham dan iluminasi. Menurut kajian para
psikolog, jenis ilham dalam pemikiran kreatif sesungguhnya timbul dari akal
seseorang ketika ia melakukan aktifitas secara intens. Maksudnya, ketika
seseorang sedang berpikir dan mengabstraksikan suatu permasalahan dalam waktu
yang cukup lama dan belum menemukan jalan pemecahannya, maka lazimnya
seseorang akan mengendapkan permasalahan tersebut beberapa waktu.
Kata Kunci: Pengetahuan Laduni, Peran Akal,
PB  - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
KW  - epistemologi islam; aktivitas intelektual; akal
M1  - masters
TI  - PERAN AKAL DALAM MEMAHAMI PENGETAHUAN LADUNI
(TELAAH ATAS AL-RISALAH AL-LADDUNIYYAH AL-GHAZALI)
AV  - restricted
EP  - 125
ER  -