%0 Thesis %9 Skripsi %A Muhammad Aminullah, NIM.: 12530117 %B FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM %D 2019 %F digilib:49021 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K etika sosial,corak pemikiran; Abdullah Saeed; metodologi tafsir %P 154 %T ETIKA SOSIAL DALAM Q.S. AN-NAHL [16]:90 (STUDI PENAFSIRAN KONTEKSTUAL ABDULLAH SAEED) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/49021/ %X Skripsi ini membahas tentang etika sosial dalam Q.S. an-Nahl ayat 90 dengan menggunakan metode tafsri kontekstual Abdullah Saeed. Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai etika sosial dalam Q.S. an-Nahl ayat 90, kemudian menafsirkan ayat tersebut menggunakan metode tafsir kontekstual Abdullah Saeed. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif-analitik yang dimana metode ini digunakan untuk memaparkan keseluruhan data baik dari sumber primer maupun sekunder secara komprehensif mengenai topik yang di tulis kemudian data-data tersebut di analisa kemudian duambil kesmpulan. Kemudian adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekayan sosio-historislinguistik. Ketiga pendekatan ini merupakan konsekuensi dari metode tafsir kontekstualnya Abdullah Saeed. Dengan menggunakan pendekatan historis ini tentunya kita akan lebih jelas memahami suatu ayat dalam al-Qur’an khususnya ayat-ayat yang berkaitang dengan masalah sosial kemasyarakatan seperti tema penelitian ini. Dengan pendekatan historis kita akan mengetahui dan memahami kapan dan kenapa ayat itu turun, di tujukan untuk siapa ayat tersebut, serta bagaiama para ulama terdahulu dan ulama sekarang memahami dan memaknainya, adakah perbedaan pemahaman para ulama, dan selanjutnya bagaimana kita menyikapi dan melihat ayat tersebut sesuai dengan pendekatan apa yang dipakai. Hasil penelitian ini adalah; pertama, landasan teoritis yang dirumuskan Abdullah Saeed bagi penafsiran kontekstual adalah (1) adanya keterkaitan antara wahyu dan konteks sosio-historis yang mengitarinya, yang menunjukkan bahwa wahyu harus dipahami dalam konteks sosio-historis tersebut. (2) fenomena fleksibelitas dalam cara membaca al-Qur’an dan perubahan hukum mengikuti kondisi dan situasi yang baru yang menunjukkan bahwa al-Qur’an sejak pewahyuannya, telah didealektika secara aktif dengan audien pertamanya. Fenomena ini menginspirasikan hal yang sama untuk masa-masa berikutnya. (3) kondisi al-Qur’an yang secara interna (ayat-ayat kisah, teologis dan perumpamaan) tidak bisa dijelaskan secara tekstual. Kedua, dalam menjalankan proses penafsiran kontekstual Abdullah Saeed diperlukan beberapa tahap, (1) bertemu langsung dengan teks. (2) tahap kedua yaitu melakukan tahap analisis linguistik terhadap ayat ayat yang dijadikan topik. (3) merumuskan hirarki nilai bagi ayat-ayat eticho-legal (4) Menentukan makna dan aplikasi teks bagi masa kini. Hermeneutika kontekstual memberikan sumbangsih yang berarti bagi hermeneutika al-Qur’an Fazlur Rahman terutama melalui perumusan hirarki nilai. Bagi hermeneutika secara umum, dengan aksentuasi dan orientasinya yang berbeda, hermeneutika kontekstual telah memberikan sumbangan baru bagi metodologi penafsiran al-Qur’an khususnya kontemporer. Dengan menafsirkan surah an-Nahl ayat 90 dengan metode kontekstual abdullah saeed, maka dapat diambi kesimpulan bahwa dalam tahap pengaplikasian dari ayat diatas adalah untuk selalu menjaga prinsip keadilan, dan kesetaraan didalam kehidupan sosial masyarakat, serta selalu berbuat kebaikan dan memberikan dan memberikan hak-hak kepada kerabat dengan cara bersilatu rahin dan menyantuni mereka. Kemudian menjauhi hal-hal yang dapat merusak tananan kehidupan sosial seperti berbuat kerusakan dan sebagainya. %Z Pembimbing: Aida Hidayah, S.Th.I., M.Hum.