TY - THES N1 - Pembimbing: Dadi Nurhaedi, S.Ag. M.Si ID - digilib49775 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/49775/ A1 - Ahmad Renvil Arifin, NIM.: 17105050034 Y1 - 2022/01/20/ N2 - Salah satu cara agar doa yang dipanjatkan dapat terkabul adalah mencari waktu yang dianggap ijabah atau lebih dikenal dengan waktu mustajab. Banyak para ulama yang memberikan penjelasan dan pemahaman mengenai waktu ijabah doa berdasarkan hadis Nabi SAW. Diantara ulama tersebut adalah Ibnu Hajar al-Asqalani melalui kitab Fath al-Bari dan Muhammad Salih al-Usaimin melalui kitab Syarah Sahih al-Bukhari. Kedua kitab syarah tersebut sama-sama menyarah kitab Sahih al-Bukhari, dalam kitab Sahih al-Bukhari ditemukan dua hadis mengenai waktu ijabah doa, yakni di sepertiga dan di hari Jumat. Selain mengetahui pemahaman Ibnu Hajar al-Asqalani dan M. Salih al-Usaimin terhadap hadis-hadis tentang waktu ijabah doa, fokus penelitian ini juga mengkomparasikan syarah hadis kedua ulama tersebut terhadap hadis waktu ijabah doa melalui kitab syarah hadisnya. Sehingga penelitian ini termasuk kualitatif berbentuk kajian pustaka yang besifat analisis deskriptif dengan metode komparatif syarah hadis untuk melihat pemahaman Ibnu Hajar al-Asqalani dan M. Salih al-Us|aimin terhadap hadis waktu ijabah doa. Adapun hasil penelitian ini adalah Ibnu Hajar dan Salih al-Usaimin sama-sama memahami hadis waktu ijabah doa di sepertiga malam dan di hari Jumat adalah waktu ijabah doa. Kedua ulama tersebut memberi penjelasan waktu berdasarakan berbagai riwayat, serta hikmah atas tidak disebukan secara pasti mengenai waktu ijabah doa. Sedangkan komparasi syarah hadis dari kedua ulama tersebut mengenai hadis waktu ijabah doa terbagi menjadi empat poin. Pertama, pendekatan yang digunakan oleh Ibnu Hajar lebih ke bahasa, syarak, dan historis. Sementara Salih al-Usaimin cenderung menggunakan pendekatan bahasa dan syarak saja. Kedua, metodologi yang digunakan Ibnu Hajar dan Salih al-Usaimin sama-sama menggunakan metode tahlili. Ketiga, gaya bahasa yang digunakan Ibnu Hajar terlihat santai dan objektif. Sementara Salih al-Usaimin terlihat lebih tegas dan subyektif. Keempat, Ibnu Hajar dan Salih al-Usaimin sama-sama berupaya mengkontekstualisasikan hadis waktu ijabah doa. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Ibnu Hajar KW - Salih al-Usaimin KW - Waktu Ijabah Doa M1 - skripsi TI - PEMAHAMAN HADIS-HADIS TENTANG WAKTU IJABAH DOA MENURUT IBNU HAJAR AL-ASQALANI DAN M. SALIH AL-USAIMIN (KOMPARASI SYARAH HADIS) AV - restricted EP - 148 ER -