TY - THES N1 - Pembimbing : Dr. Indal Abror, M.Ag. ID - digilib51716 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/51716/ A1 - Wafa Fauziyyah, NIM.: 18105050091 Y1 - 2022/05/13/ N2 - Hadis dhaif dikelompokan sebagai hadis mardud yang tidak dapat diterima kebenarannya, tidak dapat dijadikan hujjah dan tidak wajib penggunaannya. Secara rasional beberapa kasus munculnya hadis dhaif disebabkan oleh human error (kesalahan manusia) baik itu disengaja maupun tidak. Terdapat tiga kelompok ulama yang berselisih mengamalkan hadis dhaif, kelompok yang membolehkan mengamalkan hadis dhaif secara mutlak, kelompok yang mengamalkan hadis dhaif dinilai boleh dan sunnah dalam ruang lingkup (Fa?a'il al-A?m?l, zuhud, nasehat, kisah-kisah, selain hukum syariat dan akidah) selama hadis yang dimaksud bukanlah hadis mau?u? (palsu), kelompok yang tidak boleh mengamalkan hadis dhaif secara mutlak, dalam hal apapun baik itu Fa?a'il al- A'm?l maupun konteks syariat. Disamping itu, hadis dhaif juga masih banyak digunakan dan dimuat dalam beberapa kitab hadis induk. Salah satunya kitab Bulugh Al-Maram min Adillah Al-Ahkam, pada dasarnya kitab tersebut paling populer dan banyak dikaji oleh umat muslim seluruh dunia khususnya di Indonesia. Di dalamnya membahas persoalan fiqh berupa ibadah, muamalah, dan persoalan-persoalan lainnya terkait fiqh di kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan keadaan yang tengah terjadi. Kemudian dalam kitab tersebut Al-Hafizh Ibnu Hajar banyak mencantumkan hadis yang dinilai dhaif. Dengan demikian penulis termotivasi untuk mengadakan penelitian terkait hadis Dhaif dalam Kitab Bulugh Al-Mar?m. Tujuan penelitian ini dimulai untuk mengetahui alasan dan argumen Al- Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalaniy memasukan hadis-hadis dhaif dalam kitab Bulugh Al-Maram. metode yang digunakan adalah metode Library Research (kajian pustaka), dan metode metode deskriptif-analisis, adapun pendekatan dalam penelitian ini digunakan pendekatan historis. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat dua aspek, yaitu mengetahui alasan Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalaniy memasukan hadis-hadis dhaif dalam kitab Bulugh Al-Maram dan argumen Ibnu Hajar al-Asqalaniy tentang periwayatan hadis dhaif dalam kitab Bulugh Al-Maram . Kemudian Al-Hafizh Ibnu Hajar mensyaratkan dalam pengamalan hadis dhaif tiga persyaratan: disepakati bahwa dhaif-nya yang tidak parah (bahkan sampai maudhu?), hadis dhaif tersebut harus menginduk pada dalil pokok yang umum yang bisa diamalkan dan tidak keluar dari kaidah-kaidah islam, ketika mengamalkan tidak meyakini bahwa hadis tersebut benar-benar berstatus kuat dan tsubut dari Nabi Saw. Argumen yang disampaikan oleh Ibnu Hajar tentang periwayatan hadis mu?allaq dalam Shahih Ibnu Hajar: pemuatan hadis Ibnu Hajar sebagai hadis pokok yang diriwayatkan secara mu?allaq, pemuatan hadis yang diriwayatkan oleh orang lain dikutip oleh Ibnu Hajar kitab Shahih-nya untuk memperkuat argumentasi fiqh al-bab dan memperkuat atau menjelaskan jalur periwayatan lainnya sebagai mutaba?ah, pemuatan hadis Al-Hafizh Ibnu Hajar pada kitab lainnya namun dimuat pula dalam Shahih-nya untuk memperkuat argumentasi fiqh al-bab dan memperkuat atau menjelaskan jalur periwayatan lainnya sebagai mutaba?ah. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - hadis dhaif KW - Bulugh Al-Maram KW - Ibnu Hajar Al-Asqalaniy M1 - skripsi TI - HADIS DHAIF DALAM KITAB BULUGH AL-MARAM MIN ADILLAH AL-AHKAM KARYA IBNU HAJAR AL-ASQALANIY AV - restricted EP - 144 ER -