%A - Yani Tri Wijayanti
%A - Handini
%A - Rahmah Attaymini
%T Empathic Society di Tengah Pandemi Covid-19
%X Coronavirus Disease – 19 atau lebih dikenal dengan nama Covid-19
telah menjadi pandemi global sejak WHO mengumumkan pada
tanggal 11 Maret 2020 (Putri, 2020). Virus yang tergolong berbahaya ini
menyebar ke berbagai negara, tercatat secara global sampai 15 Juni 2020
ada 216 negara yang terpapar virus ini, 7.761.609 orang telah terjangkit
dan 430.241 orang meninggal dunia, tanpa terkecuali di Indonesia
(https://covid19.go.id). Sejak kasus pertama diumumkan pada tanggal
2 Maret 2020 oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan dr.
Terawan, dua warga Kota Depok yang menjadi Pasien Covid-19 mulai
ditangani, kepanikan dan kekhawatiran di masyarakat mulai terjadi.
Tidak butuh waktu lama, kasus positif Covid-19 di Indonesia
sejak diumumkan melonjak tajam, hingga 15 Juni 2020 tercatat 39.294
orang dinyatakan positif, 15.123 orang pasien dinyatakan sembuh dan
2.198 orang meninggal (https://covid19.go.id). Kondisi ini tentu saja
berdampak pada kekhawatiran masyarakat, sehingga pada 3 Maret 2020
Presiden Joko Widodo menandatangani PP No. 21 Tahun 2020 tentang
penerapan sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan
tujuan menghambat dan mengisolasi penyebaran virus. Di beberapa
daerah dengan status zona merah dan daerah rawan penyebaran virus
telah lebih dulu melakukan PSBB atau lockdown lokal secara swadaya
oleh masyarakat atau pemerintah daerah.
Pemberlakuan PSBB menuntut fasilitas umum, pusat perbelanjaan
hingga tempat ibadah ditutup sementara dari aktivitasnya. Tentu saja
ini berdampak pada dunia usaha dan aktivitas masyarakat yang harus
terbatasi untuk berdiam diri di rumah, bekerja dari rumah, belajar di
rumah dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pada saat
masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah, lonjakan penggunaan
media digital meningkat, terutama untuk kebutuhan akses informasi, pekerjaan, media sosial, #ntech dan akses kebutuhan belajar seperti
perpustakaan digital.
%K Empathic Society, Pandemi Covid-19
%P 37-55
%B Diskursus Covid-19 dalam Perspektif Komunikasi
%D 2020
%C Yogyakarta
%I MBridge Press
%L digilib52502