@phdthesis{digilib52862, title = {SIKAP SY ARIKAT ISLAM TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH ORDE BARU TENTANG FUSI PARTAI-PARTAl POLITIK}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM. 99122406 Iif Rifqiyah}, year = {2004}, note = {Pembimbing : Drs. H. Maman A. Malik Sy., M.S.}, keywords = {Syarikat Islam, Orde Baru,}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/52862/}, abstract = {Landasan dan tujuan lahimya kebijakan tentang fusi partai-partai politik adalah untuk menstabilkan kondisi negara yang pada saat itu telah terjadi krisis multidimensional. Untuk mengatasi krisis terscbut, pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang fusi partai-partai politiL. Dengan kebijakan tersebut diharapkan dapat memperbaiki keadaan pada saat itu, dan tercipta kestabilan politik yang dapat mendukung pembangunan disegala bidang sebagaimana yang telah dicita-citakan oleh Orde Baru.Dalam mensikapi kebijakan politik pemerintah Orde bai u tentang fusi partai politik, telah terjadi perbedaan pendapat dalam tubuh PSII, yaitu kelompok yang menerima dan kelompok yang menolak fusi. Fusi yang cenderung dipaksakan menyebabkan pimpinan PSII menolak kebijakan tersebut. Penolakan tersebut telah melahirkan pimpinan darurat di bawah Anwar Tjokroaminoto dengan menamakan kelompoknya sebagai Tim Penyelamat PSI!, dan kelompok inilah yang menerima kebijakan tersebut. Adanya perbedaan pendapat dalam mensikapi kebijakan tersebut telah mengakibatkan perpecahan, sehingga dalam partai ini terdapat dua kelompok yang mengatasnamakan PSI!. Namun, pada akhimya kedua kelompok tersebut menandatangani naskah pemyataan fusi partai politik pada tanggal 5 Januari 1973. Setelah fusi, kegiatan politik praktis PSII disalurka.n melalui wadah Partai Persatuan Pembangunan dan kedua kubu PSII tersebut kembali berubah menjadi SI dengan tetap melaksanakan tugasnya atau fungsinya dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan ekonomi serta kembali membina jama'ah dengan dakwah amar ma'ruf nahi munkar yang sesuai dengan program asas dan program tanzhim.} }