%0 Thesis
%9 Skripsi
%A Rodiea Toezzahra, NIM.: 15720047
%B FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA
%D 2022
%F digilib:54165
%I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
%K Pondok Pesantren, Kharisma, Kyai Hasan Genggong
%P 170
%T PROSES INSTITUSIONALISASI KHARISMA PONDOK PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG, DESA KARANGBONG, KECAMATAN PAJARAKAN, KABUPATEN PROBOLINGGO, JAWA TIMUR
%U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/54165/
%X Kyai merupakan tokoh keagamaan yang memiliki peran vital  dalam struktur sosial masyarakat. Sebagai penyi’ar ajaran agama Islam,  kyai kerap dipandang sebagai seorang tokoh kharismatik bukan hanya  karena kecakapannya dalam berdakwah tetapi juga karena karamah  (kelebihan) yang dimiliki olehnya sehingga sosoknya dianggap sebagai  sumber barokah (kebaikan) bagi masyarakat. Kharisma tersebut tidak  hanya melekat kepada sosok seorang kyai sebagai pemuka agama  sekaligus pemimpin pondok pesantren tetapi juga kepada keturunannya  bahkan kepada lembaga pondok pesantren itu sendiri, seperti yang  terjadi pada Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo.  Kharisma yang dimiliki oleh KH. Mohammad Hasan atau yang lebih  umum dikenal masyarakat sebagai Kyai Hasan Sepuh atau Kyai Hasan  Genggong kini turut melekat kepada keturunannya para Kyai pengasuh  ponpes Zainul Hasan Genggong dan mengalami pelembagaan sehingga  ponpes Zainul Hasan kemudian dikenal serta diyakini oleh masyarakat  sebagai pondok seribu barokah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses  institusionalisasi kharisma tersebut serta faktor-faktor yang  menyebabkan terjadinya proses institusionalisasi kharisma di Pondok  Pesantren Zainul Hasan Genggong. Penelitian dirancang menggunakan  metode kualitatif dengan teknik analisis data desktriptif yang dipilih  untuk mengungkap data dan fakta lapangan yang tidak dapat  digambarkan hanya dengan statistik dan data angka-angka pengukuran.  Teori yang digunakan sebagai kerangka pikir adalah teori otoritas  kharismatik Max Weber sebagai salah satu tipe legitimasi otoritas  kepemimpinan.  Dari penelitian yang dilakukan kemudian diketahui bahwa  institusionalisasi kharisma kyai terhadap ponpes Zainul Hasan  Genggong terjadi dengan beberapa tahapan proses. Pertama diawali  dari pengakuan masyarakat akan barokah Kyai Hasan Genggong  sebagai pemimpin yang kharismatik, kemudian penanaman doktrin  agama kepada masyarakat dan penyebarluasan cerita kekaramahan  Kyai Hasan Genggong untuk menjaga otoritas kharismatik, tahap  terakhir adalah rutinisasi Kharisma Kyai Hasan Genggong kepada  generasi kepemimpinan penerusnya untuk mempertahankan otoritas  kharismatik dan citra barokah lembaga pondok pesantren yang  diwarisinya. Beragam faktor yang mempengaruhi institusionalisasi  kharisma tersebut diantaranya terdiri atas faktor internal yang meliputi  figur Kyai Hasan Genggong, figur pengasuh penerus kepemimpinan  xiv  Kyai Hasan Genggong dan santri serta alumni ponpes Zainul Hasan  Genggong. Sedangkan Faktor eksternal terdiri dari kepercayaan dan  pengakuan masyarakat terhadap barokah ponpes Zainul Hasan  Genggong dan para Kyai penerus ponpes Zainul Hasan Genggong.
%Z Pembimbing: Achmad Zainal Arifin, M.A., Ph.D.